
batampos – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota mempermudah investasi di Kelulauan Riau (Kepri). Sehingga pembangunan dan kesejahteraan di daerah bisa maksimal.
“Di Kepri yang PAD baik baru Batam, mungkin karena ada BP Batam, yang lain tolong investasinya dihidupkan,” ujar Tito di Marriot Harbour Bay usai Rakor Pengendalian Inflasi, Evaluasi Pelaksanaan APBD TA 2022 Sekaligus Evaluasi APBD Triwulan I TA 2023 Provinsi Kepri, Jumat (19/5).
Tito menilai jalur investasi yang ada di kabupaten/kota wilayah Kepri masih terkesan lambat. Namun, secara keseluruhan, Tito menilai, investasi di Kepri sudah terbilang baik.
“Investasi baik dalam negeri maupun luar dan termasuk UMKM. Agar daerah tidak tergantung sama pusat,” katanya.
Baca Juga: Perbaikan PLTU Tanjung Kasam Diperkirakan Selesai 2 Hari Kedepan
Tito juga mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi di Kepri yang tumbuh dengan baik. Hal ini tidak lepas dari peran besar pemerintah dan sektor swasta.
“Tidak semua daerah bisa tumbuh perekonomiannya secara bagus, ini karena peran pemerintah dan juga swasta,” ungkapnya..
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan capaian strategis pembangunan yang telah dilaksanakan Pemprov Kepri bersama Pemkab dan Pemkot serta stakeholder lainnya terus membaik.
Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang pada tahun 2021 berada pada kisaran 1,66 persen karena pandemi Covid-19 dan kemudian tumbuh menjadi 5,09 persen pada tahun 2022.
Baca Juga: Harga Telur di Batam Naik hingga Rp 65 Ribu per Papan
Berikutnya Indeks Kerukunan Umat Beragama sebagai yang terbaik kedua se-Sumatera dengan nilai 74,78, indeks Kemiskinan Kepri yang terus turun mencapai angka 6,03 atau jauh berada di bawah angka kemiskinan Nasional yang ada di kisaran 9,54 persen, indeks pendidikan di Kepri yang menempati posisi terbaik ke 4 secara nasionalz
“Kualitas kesehatan juga terus membaik. Dan kunjungan wisman yang masuk ke Kepri pun terus meningkat,” katanya.
Sementara terkait Visa on Arrival (VoA) khusus kunjungan wisman selama satu bulan sebesar Rp 500.000, dan dinilai masih terlalu tinggi.
“Angka tersebut masih bisa untuk diturunkan, mengingat kunjungan wisman ke Kepri yang rata-rata hanya tiga sampai empat hari saja,” tutupnya. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI



