Sabtu, 28 Maret 2026

Modus Hipnotis dan Penipuan Digital Marak, Warga Batam Diminta Waspada

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin.

batampos – Aksi penipuan dengan berbagai modus kembali marak terjadi di Kota Batam. Mulai dari modus tanya alamat disertai hipnotis, hingga penipuan digital bermodus hadiah dan promo abal-abal.

Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap orang asing yang baru dikenal, terutama mereka yang tiba-tiba meminta bantuan atau mendekati dengan dalih menanyakan jalan.

“Hati-hati dengan tipu daya orang yang tidak dikenal. Kalau gerak-geriknya mencurigakan, segera menjauh atau minta pertolongan,” tegas Zaenal saat dikonfirmasi, Selasa (30/9).

Baca Juga: 2 WNA Tiongkok Otaki Penipuan, Tergetkan Lansia

Salah satu kasus yang sempat menghebohkan adalah aksi pasangan Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok, yang diduga menggunakan modus hipnotis untuk menggasak uang dan barang berharga milik korban.

Dalam aksinya, mereka berpura-pura menanyakan arah, lalu mengalihkan perhatian korban hingga berada dalam kendali sugesti. Akibat kejadian itu, korban kehilangan uang dan barang dengan nilai total mencapai Rp170 juta.

“Modus seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Warga harus benar-benar waspada saat ada orang asing mendekat tanpa alasan jelas,” kata Zaenal.

Selain hipnotis, penipuan digital juga terus memakan korban. Modus yang digunakan semakin beragam, mulai dari iming-iming hadiah besar, tawaran pekerjaan dengan bayaran tinggi, hingga promo produk dengan harga tidak masuk akal.

“Biasanya pelaku meminta data pribadi, PIN, atau bahkan kode OTP. Begitu dapat akses, mereka bisa bobol akun atau rekening korban,” jelas Zaenal.

Ia mengingatkan, jangan pernah memberikan kode OTP atau data penting apapun, meskipun pelaku mengaku dari pihak resmi, termasuk dari perbankan atau aplikasi.

“Kalau ragu, lebih baik abaikan. Jika merasa dicurigai, segera laporkan atau blokir nomor tersebut,” ujarnya.

Zaenal juga mengajak warga untuk lebih aktif melapor ke kepolisian jika menemukan atau mencurigai adanya upaya penipuan.

“Laporkan ke Polsek terdekat atau gunakan layanan online kepolisian. Jangan biarkan pelaku leluasa menipu korban berikutnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

UPDATE