Rabu, 14 Januari 2026

Modus Ormas Preman: Investor di Batam Resah, BP Batam Turun Tangan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Amsakar Achmad.

batampos – Sejumlah pelaku usaha di Batam, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA), mengadukan persoalan pemerasan, intimidasi, hingga penguasaan ruang publik secara ilegal oleh oknum yang mengatasnamakan organisasi masyarakat. Masalah ini mencuat usai kunjungan resmi BP Batam ke PT NOV Profab Indonesia beberapa waktu lalu.

BP Batam pun telah membahas isu tersebut secara internal. Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis juga telah turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi keluhan para pelaku usaha.

“Soal premanisme itu kita sudah bicarakan di internal. Deputi Investasi kami juga sudah langsung ke lapangan,” kata Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Minggu (3/7).

Menurutnya, gangguan semacam ini tidak hanya merugikan investor secara langsung, tetapi juga berpotensi mengganggu iklim investasi dan kestabilan daerah. Ia mengajak semua pihak, termasuk warga dan organisasi kemasyarakatan, untuk membangun sinergi positif.

Baca Juga: Penundaan Investasi di Rempang Dinilai Kabur, BP Tetap Jalan, Warga Desak Proyek Dihentikan Total

“Harapan kita bangun sinergi lah dengan stakeholder, hindari hal-hal yang kontraproduktif karena itu akan mengganggu bagi kepentingan investasi di daerah dan juga pada sistem yang lain, termasuk kondusivitas yang sudah kita bangun selama ini,” ujarnya.

Dia ini penyelesaian masalah dilakukan secara dialogis, bukan dengan pendekatan kekerasan ataupun gaya premanisme. Ruang komunikasi selalu terbuka untuk mencari solusi yang baik dan konstruktif.

“Jika ada hal-hal yang memerlukan solusi, ini bisa dibicarakan secara baik, positif, tidak perlu harus menonjolkan gaya-gaya premanisme itu,” kata dia.

Baca Juga: Keluhkan Lampu PJU Padam di Sejumlah Titik, DBMSDA: Ada Pemadaman dan Dugaan Pencurian

Terkait langkah antisipasi, BP Batam disebut telah menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum. Menurut Amsakar, sinergi dengan kepolisian telah terbentuk dan berjalan secara aktif.

“Kalau kerja sama sudah terbangun semua. Sekarang kita juga sudah punya dashboard investasi untuk memantau perkembangan yang terjadi di lapangan,” katanya.

Dengan sistem pemantauan real-time tersebut, BP Batam berharap bisa lebih responsif dalam menangani potensi gangguan investasi dan menjaga kenyamanan para investor di Batam. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update