Minggu, 11 Januari 2026

Mudahnya Mengakses Layanan Digital BPJS Kesehatan

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Tatapannya terus menuju ke layar telepon genggamnya. Tidak lama kemudian, jarinya terlihat mengeser beberapa aplikasi yang terdapat digawainya.

Pada geseran kedua, jarinya langsung menekan aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah diunduhnya dua tahun belakangan.

Meski sudah lama terpasang di telepon genggamnya, namun baru satu tahun terakhir ini dirinya kerap menggunakan aplikasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tersebut.

Messa Haris –  Batam

batampos.co.id – Sejumlah pelayanan secara online tertera di halaman utama aplikasi Mobile JKN. Mulai dari data peserta, obat yang ditanggung hingga layanan skrining yang bisa dilakukan secara daring.

Dari beberapa layanan tersebut Aora mencoba melakukan pendaftaran layanan secara daring di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat ia dan suaminya terdaftar.

Tidak menunggu lama nama fasilitas kesehatan tempat mereka langsung muncul.

“Saya baru tahu kemarin jika di aplikasi ini (Mobile JKN,red) bisa daftar pelayanan secara online. Biasanya langsung ke klinik,” katanya, Jumat (27/8/2021) lalu.

Ia menjelaskan, cara mendaftar layanan secara online juga sangat mudah. Setelah memilih menu pendaftaran layanan, ia diminta untuk memilih poli yang akan didatangi.

Kemudian memilih tanggal untuk berobat, jadwal praktek dokter serta mengisi atau menulis keluhan yang dialami.

“Saya daftarkan suami saya ke Klinik Alam Sehat yang berada di Perumahan Taman Raya. Suami saya itu ada luka di kaki kanannya yang sudah lama tidak sembuh,” katanya.

Ia menjelaskan dengan mendaftarkan secara online, sangat mempersingkat waktu saat berada di klinik. Karena jadwal pelayanan dapat ditentukan sendiri.

Tidak hanya itu, ia juga dapat mengetahui nama dokter yang melakukan praktek pada jadwal yang dipilih.

Dengan aplikasi Mobile JKN lanjutnya, ia dan suaminya dapat mengetahui riwayat penyakit yang dialaminya.

“Ini (Mobile JKN,red) benar-benar membantu, bahkan bisa konsultasi secara online dengan dokter,” paparnya.

Wanita berjilbab tersebut mengatakan, konsultasi secara online sangat membantu ditengah pandemi saat ini.

Meski tidak bertatap muka langsung dengan dokter, dirinya dapat menjabarkan keluhan secara detail kepada sang dokter.

Ilustrasi. peserta BPJS Kesehatan memanfaatkan aplikasi Mobile JKN. Foto: Istimewa

“Layanan ini (konsultasi dokter,red) menjadi pilihan terbaik ditengah pandemi Covid-19 saat ini,” tuturnya.

Peserta BPJS Kesehatan lainnya yang memanfaatkan Mobile JKN adalah Fahril Layly Chusnaini.

Dara kelahiran Lamongan tersebut, memanfaatkan layanan digital untuk memindahkan fasilitas kesehatan dari kampung halamannya ke Kota Batam.

“Saya tadi sedang menganti lokasi fasilitas kesehatan (Faskes) dari Lamongan ke Batam,” ujarnya.

Di Kabupaten Lamongan lanjutnya, ia dan keluarganya mendapatkan pelayanan kesehatan di FKTP di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Brondong.

Namun setelah menyelesaikan pendidikan SMA-nya, ia memilih untuk menimba ilmu di Kota Batam pada 2017 lalu.

Ia mengatakan, awalnya masih dapat menggunakan kartu JKN-KIS miliknya di FKTP di Kota Batam, meski belum melakukan perubahan data peserta JKN-KIS.

Tetapi setelah tiga kali penggunaan, dirinya diminta untuk segera memindahkan FKTP di Kota Batam.

Mengetahui hal tersebut, dirinya lantas mengunduh aplikasi Mobile JKN. Aplikasi tersebut kata dia, sangat membantu dirinya untuk memindahkan layanan kesehatan dari Kabupaten Lamongan ke Kota Batam.

Dengan aplikasi tersebut, Fahril, mengaku tidak harus repot-repot mendatangi kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam. Cukup melalui aplikasi Mobile JKN permintaannya sudah diterima.

“Saya tadi cek-cek di internet dan caranya mudah banget cuma download aplikasi Mobile JKN terus log in dengan nomor peserta. Setelah itu tinggal pilih ubah data peserta,” jelasnya.

Setelah itu lanjutnya akan ada pop up untuk memilih provinsi, kabupaten dan lokasi FKTP yang dituju. Kemudian memasukkan kode verifikasi yang dikirimkan melalui email atau nomor telepon.

“Aplikasi ini (Mobile JKN.red) sangat membantu, terlebih saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19,” tuturnya.

Aplikasi Mobile JKN diciptakan untuk memudahkan peserta JKN-KIS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Terutama saat pandemi Covid-19, sehingga tidak mengharuskan peserta untuk datang ke kantor BPJS Kesehatan.

Bahkan masyarakat juga dapat mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS melalui aplikasi tersebut.

Terapkan Kontak Tidak Langsung

BPJS Kesehatan mengimbau kepada FKTP untuk meningkatkan implementasi kontak tidak langsung kepada para pasien di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Batam, Yusrianto, mengatakan, kontak tidak langsung merupakan salah satu kebijakan BPJS Kesehatan di masa pandemi. Hal ini telah didukung oleh berbagai inovasi digital.

Seperti Mobile JKN Faskes yang diharapkan dapat mengoptimalkan pencapaian kontak tidak langsung di masing-masing FKTP.

“Jadi FKTP digalakkan melaksanakan kontak tidak langsung kepada peserta JKN. Hal ini dapat dilakukan melalui Mobile JKN, Whatsapp, telegram, video conference atau media sosial lain untuk menjangkau peserta tanpa melakukan kontak langsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kontak tidak langsung dapat dilakukan kepada peserta yang sehat maupun sakit.

Jenis layanan yang dapat dilakukan melalui kontak tidak langsung menurut Yusrianto adalah konsultasi promotif preventif, konsultasi pencegahan penyebaran Covid-19, serta konsultasi medis sesuai indikasi medis.

BPJS Kesehatan lanjutnya, dalam hal ini mengapresiasi kepada Puskesmas Sei Pancur, Puskesmas Galang, Harapan Kita Puri Legenda, Casa Medical Utama dan Casa Medical Bengkong yang sudah mengimplementasikan kontak tidak langsung kepada peserta JKN-KIS baik yang sehat maupun yang sakit.

“Saya harap nanti dari salah satu FKTP ada yang bisa sharing upaya yang dilakukan dalam hal mengimplementasikan kontak tidak langsung dengan nilai yang cukup tinggi,” katanya.

Salah satu tenaga medis Klinik Harapan Kita Puri Legenda, Kota Batam, dr. Asep, mengatakan, klinik tempatnya bekerja melakukan kontak tidak langsung melalui whatsapp kepada pasien.

“Jadi di setiap klinik Harapan Kita disediakan handphone untuk melayani konsultasi via whatsapp. Nah, di depan klinik sudah kita infokan bahwa konsultasi bisa via whatsapp, jadi pasien bisa langsung whatsapp saja,” kata Asep.

Asep mengatakan, pasien yang menghubungi lewat whatsapp akan mendapatkan jawaban otomatis untuk mengisi data.

Seperti nomor identitas pasien, nomor Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta keluhan pasien. Kemudian dokter akan melakukan konsultasi dua arah dengan pasien.

“Konsultasi juga bisa via voice note dan voice call. Untuk pemberian obat, pasien tinggal ambil saja ke klinik,” kata Asep.(***)

Update