Senin, 26 Januari 2026

Mulai Pekan Depan, Lebih dari 200 Ribu Pelajar di Batam Bakal Jalani Cek Kesehatan Gratis

Menyasar Semua Jenjang Pendidikan, dari PAUD hingga SMA

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi . F Cecep Mulyana

batampos – Pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar akan segera digelar di Kota Batam. Lebih dari 200 ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK dijadwalkan mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dimulai pada pekan kedua tahun ajaran baru 2025/2026.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi menyampaikan, program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan dasar pelajar sekaligus mendorong pola hidup sehat sejak dini. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap dengan menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) Batam dan seluruh puskesmas di tiap kecamatan.

“Anak-anak baru masuk sekolah hari ini, jadi kemungkinan mulai minggu ini atau minggu depan sudah berjalan. Disdik sudah kami informasikan, tinggal pelaksanaannya disesuaikan dengan kesiapan sekolah dan puskesmas,” ujar Didi, Senin (14/7).

Ia menekankan bahwa program ini bukan hanya menyasar murid baru, tetapi seluruh siswa aktif yang terdaftar. CKG difokuskan pada upaya promotif dan preventif, sebagai bagian dari skrining awal terhadap potensi gangguan kesehatan di kalangan pelajar.

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan mata dan telinga, pemeriksaan gigi dan mulut, tes hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia, serta evaluasi kebersihan diri siswa seperti kondisi kulit, rambut, dan kuku. Khusus untuk siswa PAUD dan kelas rendah SD, akan dilakukan pula skrining tumbuh kembang.

“Fokus kita ada pada status gizi, kebersihan pribadi, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak-anak. Pemeriksaan ini lebih bersifat promotif dan preventif serta bagian dari skrining kondisi kesehatan dasar pelajar,” jelas Didi.

Dengan estimasi jumlah pelajar di Batam yang mencapai lebih dari 200 ribu anak, Dinkes menargetkan seluruhnya dapat terlayani melalui sinergi lintas sektor dan dukungan dari tenaga kesehatan di puskesmas.

“Target kita semua pelajar bisa terlayani, karena ini penting untuk menjamin anak-anak tumbuh sehat dan siap belajar,” tegasnya.

Didi berharap program ini bisa menjadi langkah awal membangun kesadaran siswa dan orang tua akan pentingnya memantau kondisi kesehatan secara rutin, terutama di lingkungan sekolah yang padat dan berisiko menjadi titik penyebaran penyakit jika tidak dikendalikan dengan baik. (*)

Reporter: Renggga Yuliandra

Update