Minggu, 25 Januari 2026

Musim Hujan, Dinkes Batam Ingatkan Warga Waspada DBD

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga RT 03 RW 36 Perumahan Cendana melakukan fogging , Minggu (31/8). Fogging tersebut dalam rangka mencegah penyakit demam berdarah. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, data hingga 31 Agustus 2025 mencatat jumlah penderita DBD di Kota Batam sudah mencapai 499 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan kondisi cuaca yang cenderung lembap dan curah hujan tinggi berpotensi mempercepat perkembangan nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab utama DBD.

“Musim hujan membuat banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Kami mengingatkan warga untuk kembali menggiatkan gerakan 3M Plus: menguras, menutup, dan mengubur, serta mencegah gigitan nyamuk dengan langkah tambahan,” ujar Didi, Senin (1/9).

Data Dinkes Batam menunjukkan, jumlah kasus DBD mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 tercatat hanya 392 kasus, namun melonjak tajam pada 2024 menjadi 871 kasus. Sementara hingga Agustus 2025, ada sebanyak 499 kasus.

Jika dilihat dari angka insidensi (Incidence Rate/IR), tahun 2025 ini mencapai 37,18 per 100.000 penduduk, meski lebih rendah dibanding 2024 yang sempat menyentuh 68,21 per 100.000 penduduk.

Untuk menekan angka kasus, Dinkes juga terus menggencarkan program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) yang melibatkan masyarakat dalam memantau jentik nyamuk di lingkungan masing-masing.

“Kami juga bekerja sama dengan puskesmas untuk melakukan sosialisasi dan fogging di daerah rawan. Namun, fogging bukan solusi utama, karena hanya membunuh nyamuk dewasa. Yang paling penting adalah mencegah perkembangbiakan nyamuk dengan menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.

Dinkes mengimbau warga yang mengalami gejala DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan muncul bintik merah di kulit untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya DBD dan bersama-sama melakukan upaya pencegahan. Jangan menunggu sampai kasus semakin meningkat,” tegas Didi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update