
batampos– Keraguan masyarakat Batam dengan kualitas beras yang ada saat ini semakin menjadi. Pasalnya beras yang dimasak jadi nasi semakin cepat basi dan berair. Ini dikeluhkan karena tidak seperti biasanya. Nasi bisa basi dalam semalam meskipun masih dalam rice cooker dengan posisi menyala.
Ibu-ibu rumah tangga mengeluh sebab banyak nasi yang terbuang akhir-akhir ini. Berbagai kiat untuk mengatasi persoalan basi sudah dilakukan kaum ibu-ibu termasuk mengukus kembali nasi yang sudah dimasak dalam rice cooker. Namun itu tak berhasil, nasi tetap cepat basi.
“Satu-satunya cara ya masak diukur untuk sekali makan. Malam masak lagi. Kalau masak banyak sekaligus tak bisa lagi karena cok malam, paginya sudah basi, ” ujar Marlina, warga Bukit Tempayan, Batuaji.
Meskipun demikian upaya ini tidak berjalan efektif sebab, kaum ibu-ibu umumnya sudah terbiasa dengan memasak untuk disimpan sekaligus. Belum lagi pemilik rumah makan yang masak dalam jumlah banyak dan ternyata tidak laku terjual semuanya, nasi sisa harus buang sia-sia. Ini merugikan masyarakat baik dalam sisi ekonomi ataupun kesehatan. Masyarakat khususnya kaum ibu-ibu meragukan kualitas beras yang beredar saat ini sebab bisa berdampak pada kesehatan juga.
BACA JUGA: Heboh Mukbang Nasi Kandar di Hotel Santika Batam
“Ini kebutuhan pokok, tolong keluhan ini diperhatikan. Bukan masalah basi dan terbuang percuma saja, tapi juga kualitas nya ini, apakah beras yang mudah nasi jika dimasak ini aman untuk dikonsumsi, ” ujar Anita, ibu rumah tangga lainnya.
Sukamti, pemilik rumah makan di Tanjunguncang juga menyampaikan keluhannya dan komplainan yang sama. Berbagai merk beras sudah dicoba namun hasilnya tetap sama. Hampir semua beras yang dibelinya bermasalah dengan persoalan cepat basi ini.
“Yang premium juga sudah saya coba tapi tetap basi juga. Hanya bisa masak untuk sekali makan saja. Makanya di warung ini saya cok dikit-dikit saja. Takut basi dan terbuang percuma kalau sepi pelanggan, ” ujar nya. (*)
reporter: eusebius sara



