Senin, 26 Januari 2026

Nilai Ekspor Kepri Naik 34,75 Persen, Periode Januari–Mei 2025 Tembus USD 10,41 Miliar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi pelepasan ekspor produk kelapa tujuan Malaysia.

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat nilai ekspor Kepri sepanjang Januari hingga Mei 2025 mencapai USD 10.416,02 juta. Angka ini naik 34,75 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara khusus Mei 2025, nilai ekspor Kepri mencapai USD 2.386,35 juta, atau naik signifikan sebesar 43,18 persen dibanding Mei 2024.

Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, menyebutkan kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya ekspor migas. Pada Mei 2025, nilai ekspor migas mencapai USD 372,90 juta atau naik 38,77 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

“Kontribusi migas memberikan dorongan signifikan terhadap total ekspor Kepri,” ujarnya, Selasa (1/7).

Dari sisi ekspor nonmigas, golongan barang dengan kode HS 85 (mesin/peralatan listrik) mendominasi sepanjang Januari–Mei 2025, dengan nilai ekspor mencapai USD 4.204,09 juta. Komoditas ini menyumbang 48,52 persen dari total ekspor nonmigas Kepri.

HS 2 digit merupakan sistem klasifikasi internasional (Harmonized System) yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis barang dalam perdagangan global.

Dari sisi negara tujuan, Singapura masih menjadi mitra dagang utama Kepri. Nilai ekspor ke negara tersebut selama Januari–Mei 2025 mencapai USD 2.909,89 juta atau berkontribusi 27,94 persen dari total ekspor Kepri.

“Singapura juga menjadi tujuan utama ekspor migas, dengan nilai USD 1.149,72 juta atau sebesar 65,63 persen dari total ekspor migas, ” tambahnya.

Sedangkan untuk ekspor nonmigas, Amerika Serikat tercatat sebagai negara tujuan utama dengan nilai USD 2.122,13 juta atau sekitar 24,49 persen.

Berdasarkan pelabuhan, ekspor terbesar Kepri berasal dari Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai USD 5.918,41 juta. Disusul Pelabuhan Tanjungbalai Karimun USD 1.132,95 juta, Sekupang USD 1.096,97 juta, Kabil/Panau USD 698,30 juta, dan Kijang USD 575,18 juta.

“Kelima pelabuhan ini menyumbang 90,46 persen dari total ekspor selama lima bulan pertama 2025,” sebut Margaretha.

Untuk volume ekspor, Pelabuhan Tanjungbalai Karimun tercatat paling tinggi, yakni 5.065,30 ribu ton. Kemudian Pelabuhan Kijang 941,27 ribu ton, Tarempa 761,14 ribu ton, Batu Ampar 760,77 ribu ton, dan Belakangpadang 630,45 ribu ton. Total volume dari lima pelabuhan tersebut mencapai 88,14 persen dari keseluruhan volume ekspor Kepri periode Januari–Mei 2025. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update