Minggu, 18 Januari 2026

Nostalgia Gubernur Ansar Saat Pelantikan Pengurus PKMB Batam 2025-2030

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menghadiri pelantikan pengurus Perkumpulan Kekeluargaan Masyarakat Bawean Kota Batam di Hotel Golden Prawn, Minggu (6/7) F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Perkumpulan Kekerabatan Masyarakat Bawean (PKMB) Kota Batam resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode 2025-2030. Masrum didapuk sebagai ketua, didampingi Espar sebagai sekretaris dan Husaini Rahman sebagai bendahara.

Pelantikan pengurus berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan, di Ballroom Golden Prawn Batam, Minggu (6/7). Pelantikan juga disaksikan langsung oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

Ansar mengatakan, Kepri merupakan provinsi yang sangat heterogen. Ia menyebut hampir seluruh suku bangsa di Indonesia hidup berdampingan di wilayah ini, membawa bahasa, adat, dan agama masing-masing.

“Kepri ini sejak dulu punya posisi strategis, dekat dengan negara tetangga. Maka banyak masyarakat dari daerah lain datang dan akhirnya menetap di sini karena alasan ekonomi, perkawinan, dan lainnya,” katanya.

Baca Juga: Fraksi PKB DPRD Batam Tolak Kenaikan Tarif Listrik, Minta Perbaikan Pelayanan Kesehatan dalam Ranperda APBD 2025

Ia mencontohkan masyarakat Bawean yang kini telah menjadi bagian dari entitas sosial di Kepri, khususnya Batam. Meski latar belakang masyarakat sangat beragam, Kepri tetap kondusif, aman, dan harmonis.

“Hampir tidak ada konflik horizontal. Ini membuktikan masyarakat Kepri mampu menjaga kerukunan dalam kehidupan beragamanya,” katanya.

Pemerintah pusat pun mengakui prestasi tersebut. Provinsi Kepri mendapat predikat sebagai provinsi terbaik kedua nasional dalam indeks toleransi dan moderasi beragama dengan nilai 79,98 poin.

“Capaian ini harus kita jadikan modal untuk terus membangun Kepri yang lebih maju. Dan kuncinya adalah silaturahim,” ujar Ansar.

Dia menyampaikan, pemerintah daerah mendukung penuh eksistensi dan perkembangan seluruh paguyuban di Kepri. Keberagaman yang ada harus terus dipelihara dalam semangat kebersamaan dan saling menghormati.

“Seluruh paguyuban, termasuk PKMB ini, harus terus tumbuh bersama. Kita semua bernaung di bawah payung budaya Melayu, didukung oleh budaya nusantara yang lain,” katanya.

Baca Juga: Banjir Langganan di Marina Makin Parah, Proyek Pematangan Lahan dan Drainase Jadi Biang Keladi

Ia juga meminta seluruh pihak untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan sebagai fondasi berdirinya bangsa. Silaturahim adalah kekuatan utama dalam membangun daerah maupun negara.

“Saya pribadi punya kedekatan emosional dengan masyarakat Bawean. Waktu kecil, orang tua angkat saya orang Bawean. Guru ngaji saya juga orang Bawean. Jadi saya memang tidak bisa dipisahkan dari warga Bawean,” kenang Ansar.

Ia pun berharap kepengurusan baru PKMB Batam mampu mempererat hubungan internal warga Bawean sekaligus menjalin relasi harmonis dengan seluruh elemen masyarakat Kepri.

“Semoga dengan kekuatan silaturahim ini, kita bisa membangun Kepri lebih maju, sejahtera, dan tetap damai,” katanya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update