
batampos – Polda Kepri menggelar Apel Operasi Patuh Seligi 2025 di Lapangan Bhayangkara Mapolda Kepri, Senin (14/7) pagi. Kegiatan ini menandai dimulainya operasi selama 14 hari yang menyasar peningkatan kesadaran masyarakat, akan pentingnya tertib berlalu lintas.
Apel dipimpin Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Kepri, Kombes Sri Satyatama. Kegiatan ini turut dihadiri para Pejabat Utama Polda Kepri, instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Raharja, serta unsur TNI dan tamu undangan lainnya.
Sri Satyatama menekankan Operasi Patuh Seligi digelar serentak di seluruh Polda se-Indonesia. Tahun ini mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”, sebagai bagian dari strategi nasional menuju ketertiban dan keselamatan berlalu lintas yang lebih baik.
“Operasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan yang terus berkembang di bidang lalu lintas, seiring pertumbuhan jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat,” tegasnya.
Menurut dia, pada Operasi Patuh Seligi 2024 lalu, pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polda Kepri tercatat meningkat hingga 21 persen, dengan total 5.094 perkara. Jumlah kecelakaan juga naik menjadi 47 kasus. Meski begitu, jumlah korban meninggal dunia menurun drastis menjadi hanya satu orang.
“Korban luka berat meningkat jadi 18 orang, sementara luka ringan menurun jadi 43 orang. Dari sisi kerugian materiil juga menurun menjadi Rp63,15 juta,” jelasnya.
Karena itu, untuk operasi tahun ini pihaknya, mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, dengan menyasar sosialisasi masif di berbagai kanal media.
“Penegakan hukum tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang menjadi atensi publik, seperti kendaraan tanpa plat nomor, penggunaan plat palsu, atau plat kedutaan secara tidak sah,” ujarnya.
Dijelaskannya, penindakan akan dilakukan secara elektronik melalui tilang ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) mobile dan statis, maupun secara manual dengan blangko teguran.
“Kami mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung terwujudnya budaya tertib lalu lintas di Kepri,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yashinta



