
batampos – Pemberlakuan sekolah dua sif di Batam masih menjadi permasalahan pendidikan yang belum dituntaskan hingga saat ini. Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto.
“Karena jumlah siswa yang masuk ke negeri membludak. Sehingga ada beberapa sekolah yang terpaksa menggelar sistem belajar mengajar dua sif (pagi dan siang),” kata dia, Kamis (4/5).
Tri menjelaskan saat ini pihaknya berupaya untuk menuntaskan sekolah dua sif tersebut. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah menambah ruang kelas baru (RKB).
“Jadi kalau RKB mereka ditambah, mereka bisa ke sif pagi semua. Sehingga tidak ada lagi belajar pagi dan sore,” imbuhnya.
Baca Juga: Ombudsman Sidak ke Kantor Imigrasi Batam
Pembangunan 40 RKB ini diharapkan bisa membantu menyelesaikan persoalan ini. Tri mengakui sekolah negeri masih menjadi tumpuan banyak orangtua di Batam.
Menurutnya, jika sekolah negeri dan swasta digabung maka tidak akan ada masalah. Namun sekarang ini, orangtua inginnya kebanyakan ke sekolah negeri.
“Ini yang menjadi polemik. Makanya setiap PPDB dimulai semua membludak. Tidak ada sekolah negeri yang sepi peminat,” ujarnya.
Saat ini terdapat kurang lebih 65 sekolah menengah pertama (SMP), dan untuk jumlah Sekolah Dasar (SD) 94 unit. Jumlah ini dirasa cukup untuk menampung calon peserta baru di semua jenjang. Asalkan tidak semua ke sekolah negeri.
Baca Juga: Cari Sumber Limbah Hitam, Polisi Temukan Bangkai Kapal Kargo dari China
“Itu data tahun 2022 lalu. Saya berharap tidak ada kendala tentunya. Apalagi ada siswa yang tidak tertampung. Kalau orangtua tidak memaksakan semua ke negeri, saya rasa tidak ada masalah,” bebernya.
Tri menambahkan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan data dari masing-masing sekolah terkait rencana saya tampung (RDT). Sehingga bisa dipetakan kemampuan sekolah negeri di jenjang SD dan SMP yang berada di bawah kewenangan Pemko Batam.
“Kami masih menghitung kemampuan sekolah. Nanti akan dirumuskan usai semua data didapat dari sekolah,” ungkapnya. (*)
Reporter: YULITAVIA

