Selasa, 13 Januari 2026

Orangtua Minta Evaluasi Total Program MBG Usai Kasus di SDN 016 Seilekop

spot_img

Berita Terkait

spot_img
SDN 016 Sagulung di Seilekop. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kasus belasan murid SDN 016 Seilekop, Sagulung, yang mengalami mual, muntah, dan pusing usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (29/9) lalu, membuat orangtua siswa meminta evaluasi total terhadap pelaksanaan program tersebut. Mereka berharap program yang baru berjalan sebulan ini benar-benar diawasi agar aman, sehat, dan bermanfaat bagi anak-anak.

Sebanyak 17 murid SDN 016 Seilekop sempat dilarikan ke IGD RSU Elisabeth Seilekop. Pihak rumah sakit menyatakan, mereka hanya menjalani observasi singkat tanpa rawat inap atau pemeriksaan laboratorium, dan kondisi murid membaik setelah sekitar 30 menit. Meski demikian, dapur MBG Seipelenggut yang menyalurkan makanan ke sepuluh sekolah dihentikan operasionalnya untuk sementara.

Sejumlah orangtua di Sagulung menilai, program MBG merupakan langkah baik untuk menunjang gizi anak sekolah. Namun, mereka menekankan perlunya standar ketat pada dapur penyedia makanan. “Kami setuju dengan program ini, tapi harus dipastikan kualitasnya. Jangan sampai anak-anak sakit setelah makan,” ujar Lina, salah seorang wali murid.

Baca Juga: 188 Ribu Siswa di Batam Terima Makan Bergizi Gratis, Baru Satu Dapur Miliki Seritifikat LSHS

Hal serupa disampaikan Yudi, wali murid lainnya di Batuaji. Ia berharap ada pengawasan menyeluruh terhadap dapur dan bahan makanan yang dipakai. “Menu yang diberikan harus higienis, bergizi, dan terjamin. Kalau ada masalah, berarti memang perlu pembenahan besar-besaran,” tegasnya.

Para orangtua juga meminta pemerintah tidak sekadar menghentikan operasional sementara, melainkan memastikan ada tindak lanjut jelas. Menurut mereka, jika evaluasi dilakukan serius, program MBG tetap bisa berlanjut tanpa menimbulkan rasa khawatir.

Selain soal dapur, orangtua juga menyoroti perlunya pemilihan menu yang sesuai dengan kebiasaan anak-anak. Sebagian menilai, ada makanan yang mungkin tidak cocok untuk sebagian siswa sehingga menimbulkan keluhan kesehatan. “Kalau bisa menunya sederhana tapi sehat, yang biasa dikonsumsi anak-anak sehari-hari,” kata Rani, orangtua murid di Sagulung.

Baca Juga: Harga Emas di Batam Tembus Rp 2 Juta per Gram, Buyback 24K Capai Rp 2,045 Juta

Hingga kini, koordinator SPPG Batam belum memberikan keterangan resmi terkait evaluasi. Sementara itu, sejumlah dapur penyedia MBG di Sagulung masih terpantau tutup tanpa aktivitas memasak.

Orangtua berharap momentum ini menjadi titik balik agar ke depan program MBG benar-benar tepat sasaran. “Kami ingin program ini jalan terus, tapi jangan ada masalah lagi. Anak-anak harus jadi prioritas,” tutup Yudi. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Update