
batampos – Persoalan banjir dari saluran drainase akibat aktivitas cut and fill atau pematangan lahan bukit masih menjadi permasalahan bagi masyakarat RW09 Kabil, Kaviling Senjulung, Nongsa.
Usai terjadi banjir pada Selasa lalu warga merasa khawatir kondisi banjir bakal muncul kembali. Menurut warga sekitar aktivitas pengembang dinilai tidak memikirkan nasib warga.
Drainase yang harusnya di perluas, malah tertutup tanah dari pengerjaan cut and fill tersebut hingga berdampak banjir ke pemukiman warga.
“Mestinya saluran drainase yang tak jauh di simpang Polsek Nongsa di perbesar, bukan dibangun gorong-gorong kecil seperti ini. Pasti setiap hujan deras sebentar kami bakal terus kebanjiran,” ungkap seorang warga setempat, Agus, Kamis (23/5).
Sementara itu pihak kecamatan Nongsa masih mencari solusi tepat agar masalah banjir tak muncul kembali. Tak hanya itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas BinaMarga Kota Batam.
“Kami sudah membicarakan dengan pihak perusahaan tersebut untuk mencari solusi bersama agar masyarakat tidak terdampak banjir kembali,” kata Sekcam Camat Nongsa, Safaat.
Sementara untuk perizinan aktivitas tersebut pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam. (*)
Reporter: AZIS MAULANA



