Minggu, 25 Januari 2026

Pasar Murah di Nongsa Diserbu Warga, Daging dan Cabai Habis Sejak Pagi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga saat belanja di pasar murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Batam di Fasum RW 12 Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Selasa (16/9). Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pasar murah yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Batam di Fasum RW 12 Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Selasa (16/9), dipadati warga sejak pagi. Antusiasme tinggi membuat sejumlah komoditas seperti daging, cabai, bawang, dan telur langsung diserbu pembeli.

Tak hanya kebutuhan pokok, warga juga mengantre untuk pembelian gas melon yang disalurkan Pertamina. Sejak pukul 09.00 WIB, warga berbondong-bondong datang ke lokasi pasar. Mereka berburu kebutuhan masing-masing dan memastikan harga-harga di pasar lebih murah.

Rahmi, salah satu warga mengaku harga beberapa kebutuhan hampir sama dengan di pasaran. Meski begitu, ada beberapa komoditas yang memang lebih murah. “Tadi daging murah, cuma Rp 75 ribu per kg, telur perpapan Rp 53 ribu, kalau di pasar bisa Rp 56 ribu. Namun cabai stoknya sedikit, saya sampai sudah habis,” katanya.

Hal senada diungkapkan Siti, warga lainnya. Menurutnya, saat ia datang, sejumlah kebutuhan yang ia cari sudah pada habis. “Saya datang sudah jam 11, daging dan cabainya sudah pada habis. Daging tadi murah, cuma Rp 75 ribu per kg,” ujar Siti salah satu pembeli.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan operasi pasar murah ini merupakan langkah nyata Pemko Batam untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

“Sesuai arahan Wali Kota Batam, Bapak Dr. Amsakar Ahmad, dan Wakil Wali Kota, Ibu Li Claudia Candra, kegiatan ini harus rutin digelar minimal dua bulan sekali,” ujarnya.

Menurut Gustian, harga yang ditawarkan dalam pasar murah sudah disubsidi sehingga lebih rendah dari harga pasaran. Misalnya telur dijual Rp53 ribu per papan, sementara di pasaran mencapai Rp60 ribu. “Ada juga beras, minyak goreng, cabai, hingga LPG tiga kilogram yang disediakan dalam jumlah besar,” jelasnya.

Ia menyebut, untuk Nongsa saja, gas LPG disalurkan hingga tiga truk. Meski tanpa pembatasan jumlah pembelian, stok tetap cepat habis karena tingginya minat masyarakat. “Arahan Pak Wali Kota, tidak ada pembatasan. Semua kebutuhan masyarakat untuk satu sampai dua bulan ke depan diusahakan terpenuhi,” katanya.

Pasar murah ini berlangsung tiga hari, 15–17 September 2025, dengan enam titik lokasi di enam kecamatan. Setelah di Batuampar dan Nongsa, pasar murah juga digelar di Seibeduk. Pada hari terakhir, Rabu (17/9), kegiatan dipusatkan di Lapangan Parkir Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, serta Lapangan Bola Kampung Tua Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Selain menjaga daya beli, operasi pasar juga menjadi upaya pemerintah daerah menekan angka inflasi Batam yang kini berada di kisaran 0,8 persen. “Harapannya, kegiatan ini bisa membantu masyarakat menjelang kebutuhan besar, termasuk Natal dan Tahun Baru. November nanti, akan ada pasar murah khusus sembako di 12 kecamatan,” ujar Gustian.

Pemko Batam menegaskan akan terus memperluas pasar murah ke berbagai wilayah agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. (*)

Reporter: Yashinta

Update