
batampos – Ratusan siswa bersama para guru SMP Negeri 28 Batam bergotong royong membersihkan ruang-ruang kelas pasca terendam banjir pada Selasa (6/5). Kegiatan bersih-bersih juga dibantu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam.
Pantauan Batam Pos, para siswa terlihat antusias dan penuh semangat meskipun harus membersihkan lumpur dan kotoran yang tersisa. Mereka saling membantu, bahkan sesekali bercanda di tengah proses pembersihan.
Salah satu siswa mengungkapkan keinginannya agar sekolah mereka bebas dari banjir. Menurutnya, banjir kerap menghantui mereka setiap kali hujan deras mengguyur Kota Batam.
“Kami ingin seperti sekolah-sekolah lain, bisa belajar dengan tenang meskipun hujan deras turun. Tidak khawatir banjir lagi,” ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Try Wahyu Rubianto mengatakan banjir kembali terjadi setelah beberapa tahun berlalu.
Ia menyebut, pada hari kejadian, kegiatan sudah hampir selesai.
“Hari ini (Selasa) anak-anak tidak belajar karena membantu membersihkan kelas yang terkena banjir,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi banjir terjadi karena luapan air di parit yang tidak tertampung dari air hujan. Sehingga masuk ke dalam lingkungan sekolah dan kelas-kelas.
“Saya sudah berkoordinasi agar sekolah ini segera dibenahi, tidak hanya dibersihkan, tetapi juga diperbaiki,” kata Try.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam menerjunkan dua unit mobil dan 10 personel untuk membantu proses pembersihan. Kepala Dinas, Azman, menyatakan bahwa pihaknya siap membantu agar kegiatan belajar-mengajar segera kembali normal.
“Kami turunkan 2 unit mobil pemadam membantu membersihkan ruang kelas yang terkena lumpur akibat banjir,” tegas Azman.
Banjir terjadi saat kegiatan belajar mengajar hampir usai. Derasnya hujan menyebabkan parit di depan sekolah tak mampu menampung volume air, hingga meluap dan merendam seluruh lantai satu, termasuk ruang guru.
Menanggapi peristiwa ini, anggota Komisi III DPRD Batam, Suryanto, menyebut bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait.
“Kami tahu kejadian ini luar biasa. Teman-teman dari dinas sudah bekerja keras. Kami berharap wali kota yang baru dapat memberikan perhatian khusus agar SMP 28 benar-benar bebas dari banjir,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa. “Anak-anak harus bisa belajar dengan tenang, tanpa rasa khawatir setiap kali hujan turun,” tambahnya. (*)
Reporter: Yashinta



