
batampos – Pasir untuk material bangunan mulai langka di Kota Batam. Sejumlah toko bangunan atau panglong di Batuaji dan Sagulung kehabisan stok pasir. Jikapun ada harganya cukup mahal.
Disampaikan pemilik toko bangunan, kelangkaan pasir ini sudah sepekan berlangsung. Penyuplai pasir yang biasanya datang antar pasir tiga hingga empat kali dalam seminggu kini tak ada lagi.
“Katanya memang lagi kosong pasir. Tambang pasir di Nongsa tutup katanya,” kata Hendrik, pemilik toko bangunan di Kaveling Baru, Sagulung.
Rusdianto, warga yang mencari pasir mengaku sudah keliling banyak toko bangunan di wilayah Sagulung dan Batuaji namun kosong semuanya. Adapun itu harganya sangat mahal. “Tadi ada di toko bangunan di Batuaji tapi harganya Rp 1,4 juta per truk. Biasanya cuman Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribu,” ujarnya.
Agus, sopir truk pengangkut pasir mengakui pasir susah didapat. Itu karena sejumlah lokasi tambang pasir di Kota Batam seperti di kawasan Nongsa dan Tembesi sudah dihentikan oleh pihak yang berwajib.
Pasir yang dijual umumnya pasir dari luar sehingga harganya relatif lebih mahal. “Sudah mau dua minggu ini tak main lagi. Tutup semua makanya susah dapat pasir sekarang,” ujarnya.
Kelangkaan dan kenaikan harga pasir ini sejalan dengan naiknya harga BBM. Namun informasi yang berkembang di lapangan, kenaikan ini justru karena adanya fokus perhatian pemerintah untuk menertibkan aktifitas ilegal di tanah air.
Biasanya stok pasir di Kota Batam didatangkan dari lokasi tambang pasir darat ilegal seperti dari Batubesar, Nongsa dan Tembesi. Belakangan lokasi tambang pasir itu diinformasikan telah ditutup oleh instansi berwenang. (*)
Reporter : Eusebius Sara



