Jumat, 16 Januari 2026

Pasutri dan Anggota Polri Ditemukan Tewas, Kapolresta Minta Masyarakat Tidak Berspekulasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
ilustrasi

batampos – Warga Kavling Sei Tering Melcem, Batu Ampar, digegerkan dengan penemuan sepasang jasad di dalam kamar kos di Blok B1, Kamis (28/8) malam. Jasad yang diduga pasangan suami istri (pasutri) tersebut ditemukan dalam kondisi yang berbeda.

Jasad suami berinisial SK, 29, ditemukan tergantung di kamar mandi. Sedangkan jasad wanita, SQ, 32 tergeletak dengan berlumuran darah di atas kasur.

Ilham, salah seorang warga mengatakan penemuan jasad ini berawal dari kecurigaan pemilik kos. Pasutri ini sudah tidak terlihat selama beberapa hari dan tak ada terdengar aktivitas dari dalam kamar.

“Ibu kos yang curiga melapor ke RT dan bersama-sama membuka kamar kos,” ujarnya.

Ia mengatakan pasutri ini merupakan pendatang dan baru sekitar 3 pekan menyewa kamar tersebut. Pasutri ini juga dikenal tertutup dengan warga sekitar.

“Saya sendiri hanya 2 kali melihat yang laki-laki. Istrinya belum pernah,” katanya.

Ilham sendiri merasa janggal dengan penemuan 2 jasad tersebut. Sebab, sang istri terlihat dipenuhi luka di bagian wajah.

“Kemungkinan ada penganiayaan dulu (istri dibunuh), baru suami bunuh diri. Tapi itu ranah polisi yang menyelidiki,” ungkapnya.

Sementara Kanit Polsek Batu Ampar, Iptu M. Brata Ul Husna mengatakan kedua jasad dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Ia mengaku belum bisa memastikan penyebab pasutri ini tewas.

“Kami masih belum bisa kasih statement. Karena saat ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin mengatakan kasus ini masih penyelidikan. Ia meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait kematian para korban.

“Masih penyelidikan. Kita tunggu hasil autopsi dulu,” ujarnya.

Selain penemuan jasad pasutri ini, Aiptu Donald Satria, personel Polsek Kawasan Pelabuhan (KKP) Batam ditemukan tak bernyawa di kamar mandi rumahnya di Perumahan Green Bay, Tiban, Sekupang, Kamis (28/8) malam.

Donald diketahui tinggal sendiri di rumah tersebut dan kecurigaan muncul saat ia tidak berdinas dan tak bisa dihubungi beberapa hari.

“Dugaan awal faktor kesehatan, karena yang bersangkutan memiliki riwayat medis,” kata Zaenal.

Zaenal mengaku saat ini jasad sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk memastikan penyebab personelnya tersebut tewas.

“Kamu tetap melakukan pemeriksaan luntuk memastikan penyebab meninggalnya,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Update