
batampos – Pawai budaya dalam menyambut Hari Jadi Batam (HJB) ke 193 sukes menampilkan keberagaman budaya yang ada di kota yang dijuluki miniatur Indonesia ini.
Terdapat ribuan peserta tampil dengan aneka kebudayaan seperti pakaian adat, kesenian tradisional, hingga alat musik yang menjadi kebanggaan masing-masing paguyuban.
Pawai budaya sukses menarik perhatian masyarakat Batam. Pawai budaya merupakan rangkaian acara dalam menyambut HJB yang jatuh pada 18 Desember nanti.
Kemajemukan masyarakat terlihat harmoni saat mereka menampilkan keberagaman dan kekhasan daerah, suku, dan budaya yang dimiliki.
Baca Juga: Menteri Perdagangan Tinjau Harga Pangan di Batam
Pawai budaya ini juga menjadi ajang untuk menampilkan pencapaian yang ada di Batam. Terlihat berbagai pakaian daerah, tarian, dan pertunjukkan oleh Bahana Barelang yang merupakan binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam.
Pawai budaya tingkat kota Batam ini dihadiri Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, wakil wali kota Batam, Amsakar Achmad, Sekretaris Daerah Jefridin Hamid, dan banyak tamu undangan lainnya.
Baca Juga: Kursi Trans Batam Dicuri, Kadishub: Dahsyat Sekali Maling Ini
Ketua Panitia, Yusfa Hendri mengatakan terdapat 10-15 ribu peserta pawai budaya. Batam lanjutnya sangat dianugrahi dengan keberagaman, dan kebersamaan, serta rasa gotong royong.
“Alhamdulillah, pawai budaya berjalan dengan lancar. Peserta juga sangat antusias. Beruntung cuaca sangat mendukung. Sehingga peserta bertahan hingga akhir acara,” ujarnya.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, dalam membangun Kota Batam dibutuhkan dukungan semua orang. Pawai budaya ini menunjukkan Batam penuh dengan keberagaman, dan tentunya ini yang harus dijaga.
“Batam adalah miniatur Indonesia, semua suku, agama, dan budaya ada di sini. Pawai budaya ini menunjukkan keindahan keberagaman yang ada di Batam,” ujarnya.
Rudi mengungkapkan setiap ada acara pawai budaya, selalu banyak yang ikut, dan berpartisipasi dalam menyukseskan pawai budaya.
Lanjutnya Kota Batam untuk semua. Batam Kota Baru untuk semua. Rudi menyebutkan untuk mencapai ke perubahan membutuhkan waktu. Dan sekarang sudah mulai dijalankan.
“Satu per satu infrastruktur untuk masyarakat Batam dibenahi, dan disesuaikan dengan kebutuhan semua orang,” ujarnya.
Batam kota baru masih dalam tahap, semoga ke depan bisa terwujud di 2024 mendatang.
Apa pun permasalahannya, Kota moderen, kota baru, kota Madani, dan ke depan di harapkan bisa menjadi lokomotif bagi pembangunan di Indonesia.
“Mari menjaga keutuhan, keberagaman yang ada di Kota Batam,” tutupnya.(*)
Reporter: Yulitavia



