Sabtu, 31 Januari 2026

Pekerja Bersertifikat dari Batam Punya Daya Saing Tinggi di Luar Daerah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Peserta pelatihan pengelasan di Balai Latihan Kerja (BLK) Batam di Kabil, Nongsa, Rabu (10/7/2024) lalu.  Foto. Cecep Mulyana//Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, melalui Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Batam, Mohzaini, menegaskan bahwa pelatihan kerja bukanlah jaminan langsung bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja di dunia industri.

“Pelatihan bukan satu-satunya faktor dalam mendapatkan pekerjaan. Banyak hal lain yang turut berpengaruh, seperti ketersediaan lowongan kerja, kebutuhan industri, serta kesempatan yang ada. Oleh karena itu, kami selalu mengingatkan bahwa setelah dilatih, jangan hanya berharap bekerja di Batam. Peluang kerja di luar daerah juga besar, dan pekerja bersertifikat dari Batam memiliki nilai lebih dibanding tenaga kerja dari daerah lain,” ujar Mohzaini, Rabu (5/2).

Menurutnya, analisis yang dilakukan Disnaker Batam menunjukkan bahwa tidak semua peserta pelatihan langsung mendapatkan pekerjaan. Hal ini dikarenakan adanya faktor lain di luar pelatihan, seperti ketersediaan lapangan kerja dan kebutuhan industri. Namun, pelatihan tetap menjadi modal utama bagi pekerja agar memiliki keterampilan dan daya saing lebih baik.

“Kami tidak bisa memastikan 100 persen bahwa mereka yang sudah mengikuti pelatihan langsung mendapatkan pekerjaan. Pekerjaan itu sendiri bergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lowongan, kesempatan kerja, serta kebutuhan industri. Jika industri belum membutuhkan tenaga kerja di bidang tertentu, maka meskipun sudah dilatih, belum tentu bisa langsung diterima bekerja. Inilah yang perlu dipahami oleh para pencari kerja,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ada banyak peserta pelatihan di Batam yang akhirnya mendapatkan pekerjaan dengan posisi lebih baik. Bahkan, ada juga tenaga honorer di pemerintahan berhasil beralih ke sektor industri yang lebih besar, seperti minyak dan gas (migas), setelah mengikuti pelatihan tertentu.

“Dari beberapa peserta pelatihan yang saya temui, rata-rata mereka kini sudah bekerja dan pekerjaannya lebih baik. Saya bertemu lebih dari 10 orang di lapangan, dan mereka mengaku pekerjaannya jauh lebih baik setelah mendapatkan pelatihan,” ungkapnya.

Mohzaini juga menyoroti bahwa Batam memiliki keunggulan dibandingkan daerah lain dalam hal perhatian terhadap calon tenaga kerja. Tidak semua daerah memiliki program pelatihan dan sertifikasi seperti yang diberikan di Batam. Hal ini membuat tenaga kerja asal Batam memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di berbagai daerah di Indonesia.

“Banyak tenaga kerja asal Batam yang bekerja di luar daerah, seperti di Kalimantan dan Papua. Mereka sebelumnya mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dan sertifikasi di Batam sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan di sektor pertambangan dan industri lainnya. Dari informasi yang kami terima, pekerja bersertifikat dari Batam sangat diperhatikan oleh perusahaan dan mendapat nilai tambah di dunia kerja,” tambahnya.

Menurutnya, keberhasilan pekerja Batam di luar daerah menunjukkan bahwa pelatihan dan sertifikasi yang diberikan oleh Disnaker Batam benar-benar memberikan dampak positif bagi tenaga kerja. Ia berharap program pelatihan ini terus ditingkatkan agar semakin banyak tenaga kerja asal Batam yang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Dengan sertifikasi dan pelatihan yang mereka dapatkan di Batam, tenaga kerja kita punya keunggulan lebih dibandingkan yang lain. Ini menjadi modal penting bagi mereka yang ingin bekerja, baik di dalam maupun di luar Batam. Kami akan terus berupaya menghadirkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri agar tenaga kerja semakin siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update