
batampos – Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal PT Lestari Ocean Indonesia (LOI), Seilekop, Sagulung, Kota Batam. Seorang pekerja bernama Ignasius Igo (43) ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan hilang ketika melakukan penyelaman untuk memeriksa balon ganjalan kapal tongkang, Senin (18/8).
Awalnya, korban bersama sejumlah pekerja lain tengah melakukan perbaikan pada kapal tongkang yang bersandar di galangan sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu diketahui ada balon ganjalan kapal yang tertinggal di bawah lambung. Beberapa pekerja kemudian diminta menyelam guna memastikan kondisi balon tersebut.
Menurut keterangan pekerja di lokasi, Ignasius ikut menyelam bersama rekan-rekannya. Namun nahas, ia tidak kunjung naik ke permukaan setelah turun ke bawah kapal. Rekan-rekan kerjanya sempat menunggu dan melakukan pencarian manual di sekitar lambung kapal, tetapi keberadaan korban tidak ditemukan.
“Dia ini bukan jatuh, tapi nyelam. Waktu itu ada balon ganjalan kapal tertinggal, beberapa pekerja disuruh turun nengok. Tapi Ignasius tidak muncul lagi,” ungkap seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya, Selasa (19/8).
Kabar hilangnya korban kemudian dilaporkan ke aparat berwenang. Kantor SAR Tanjungpinang melalui Pos SAR Batam menurunkan tim rescue bersama unsur gabungan dari Polairud Polda Kepri, Pos AL Sagulung, dan nelayan setempat. Pencarian dibagi dalam dua sektor, yakni penyisiran perairan dengan radius satu nautical mile serta penyelaman di titik awal korban menyelam.
Namun hingga Senin malam, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena keterbatasan jarak pandang di bawah air. Pencarian dilanjutkan kembali pada Selasa (19/8) sejak pagi hari. Sekitar pukul 09.30 WIB, jenazah Ignasius akhirnya ditemukan di sekitar galangan, tidak jauh dari lokasi awal ia menyelam.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaos hitam dan celana pendek. Jasadnya segera dievakuasi dan dibawa menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Benar sudah ditemukan, sudah dibawa ke RS Bhayangkara. Kasusnya dilimpahkan ke Polres untuk penyelidikan,” ujar Kapolsek Sagulung, Iptu Khusnul Afkar.
Ignasius diketahui merupakan pekerja tetap PT LOI dan sudah lama bekerja di perusahaan tersebut. Pria kelahiran Ngalu, Sumba Timur, tahun 1982 itu bukanlah pekerja subkontraktor, melainkan direkrut langsung oleh perusahaan. Hal ini dibenarkan sejumlah rekannya yang ditemui di lokasi kejadian.
Sejumlah kerabat korban yang berada di lokasi menyampaikan duka mendalam sekaligus kekecewaan mereka.
Menurut Robert, perwakilan keluarga, Ignasius ditekan pihak perusahaan untuk menyelesaikan masalah balon yang tersangkut. “Abang kami ditekan, kalau balon itu tidak bisa keluar, dia yang akan disalahkan karena dia supervisor. Akhirnya dia bersama kawan-kawannya mencoba menyelam untuk mencari. Tapi balon tersangkut di tengah tongkang, terlalu dalam, dan saat itu abang lepas (hilang dan meninggal),” jelasnya.
Keluarga menilai peristiwa ini tidak murni kecelakaan kerja biasa, melainkan kelalaian prosedur keselamatan. “Itu jatuh tidak benar. Abang kami menyelam mau cari balon, tapi keselamatan kosong, tidak ada standar savety,” lanjut Robert. Mereka juga menyoroti proses pencarian yang dinilai tidak maksimal.
Kejanggalan lain dirasakan ketika keluarga pertama kali tiba di lokasi. Robert menyebut mereka sempat dihalangi sekuriti untuk masuk ke area galangan. “Kata chief security, katanya sudah ada 30 orang tim penyelam yang mencari. Tapi ketika kami paksa masuk sekitar jam tiga dini hari, tidak ada satupun petugas yang terlihat menyelam. Bahkan tongkang sudah digeser, padahal abang kami masih hilang,” ungkapnya.
Saat ini jenazah Ignasius masih berada di RS Bhayangkara Polda Kepri untuk proses autopsi sebelum dipulangkan ke rumah duka di Tanjunguncang. Pihak perusahaan hadir mendampingi keluarga, namun keluarga tetap menuntut kejelasan. “Kami berharap masalah ini bisa diselesaikan secara adil. Jangan hanya dianggap musibah biasa. Keluarga ingin ada kejelasan dan tanggung jawab,” tegas Robert.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan. Sementara itu, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan atas insiden ini, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja di galangan kapal PT LOI. (*)
Reporter: Eusebius Sara



