
batampos— Seorang buruh pabrik bernama Juliat (27) ditemukan tewas setelah diduga mengalami kecelakaan kerja di kawasan industri PT BBS, Mukakuning, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam, Senin (17/6) siang. Korban ditemukan tergeletak di dekat tumpukan kontainer dengan luka-luka yang cukup serius di tubuhnya.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat ditemukan oleh rekan sesama pekerja, tubuh Juliat sudah dalam kondisi tak sadarkan diri di bawah kontainer. Tidak ada saksi mata yang menyaksikan secara langsung detik-detik kejadian tersebut.
Kapolsek Seibeduk, Iptu Alex Yasral, membenarkan adanya insiden ini. Ia mengatakan bahwa pihak kepolisian menerima laporan dari pihak keamanan perusahaan usai tubuh korban ditemukan. “Korban pertama kali ditemukan oleh pekerja lain dalam kondisi tergeletak dan langsung dilaporkan ke pihak sekuriti perusahaan,” ujar Alex.
BACA JUGA:Â Laka Kerja di PT VME Batuampar, Polisi Periksa Pihak Perusahaan dan Saksi
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun sayangnya, nyawa Juliat tidak dapat diselamatkan. Diduga kuat korban mengalami luka dalam akibat jatuh dari ketinggian saat sedang menjalankan rutinitas pekerjaannya.
“Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan atas kejadian ini. Dugaan sementara korban jatuh dari kontainer saat sedang bekerja. Namun belum bisa dipastikan secara detail karena tidak ada saksi yang melihat langsung,” tambah Kapolsek.
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, polisi telah memeriksa lima orang saksi, termasuk dari pihak perusahaan. Pemeriksaan ini dilakukan guna memperjelas kronologi kejadian serta memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam kecelakaan kerja tersebut.
Jenazah korban kini masih berada di RS Bhayangkara Polda Kepri untuk keperluan autopsi. Polisi juga telah mengamankan lokasi kejadian dan terus menggali informasi tambahan dari lingkungan kerja korban.
Pihak keluarga korban sudah diinformasikan terkait kejadian ini dan saat ini menunggu hasil pemeriksaan medis. Kejadian ini kembali menjadi peringatan penting bagi perusahaan agar meningkatkan standar keselamatan dan pengawasan di area kerja, terutama pada sektor-sektor yang berisiko tinggi. (*)
Reporter: Eusebius Sara



