
batampos – Dunia usaha menaruh harapan besar kepada duet Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra yang akan memimpin BP Batam secara ex officio sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafky Rasyid, menilai kepemimpinan mereka berpeluang membawa perubahan signifikan dalam kebijakan investasi dan infrastruktur.
“Kami tentu berharap kebijakan BP Batam di bawah kepemimpinan Pak Amsakar dan Bu Li Claudia lebih berpihak kepada investasi, terutama dalam menyelesaikan persoalan logistik yang selama ini menjadi kendala utama,” kata Rafky di Sekupang, Selasa (19/2).
Menurutnya, salah satu hambatan terbesar bagi investor di Batam adalah biaya logistik yang masih tinggi akibat ketergantungan pengiriman barang melalui Singapura. Banyak calon investor yang akhirnya mengurungkan niat berinvestasi karena tingginya biaya kontainer.
“Kita bisa lihat bagaimana Kepala BP sebelumnya, Pak Rudi, membangun pelebaran jalan. Itu kebijakan yang sangat bagus. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana menekan cost of logistics agar investasi lebih kompetitif,” ujarnya.
Keputusan ex officio yang memasukkan Wakil Wali Kota sebagai bagian dari BP Batam juga merupakan langkah yang berbeda dibandingkan dengan masa sebelumnya, yang hanya melibatkan Wali Kota Batam.
“Ini diharapkan akan semakin memperbaiki kinerja BP Batam ke depan,” ujarnya.
Rafky optimistis kepemimpinan Amsakar yang berpengalaman dalam birokrasi, dipadukan dengan latar belakang Li Claudia Chandra sebagai pebisnis, akan memperkuat investasi di Batam.
“Kami optimistis, dengan pengalaman Pak Amsakar di birokrasi dan latar belakang Bu Li Claudia di dunia usaha, akan ada keseimbangan kebijakan antara regulasi dan kepentingan bisnis,” ungkap Rafky.
(*)
Reporter: Rengga Yuliandra



