Sabtu, 14 Maret 2026

Pelni Batam Jual Tiket dengan Tarif Lama

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga membeli tiket kapal Pelni untuk mudik. F.Dalil Harahap

batampos – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah akan berdampak ke semua sektor. Tak terkecuali moda transportasi laut milik pemerintah, PT. Pelni. Meski belum ada kenaikan tarif, namun harga tiket pelni ini tentunya akan menyesuaikan harga BBM yang berlaku saat ini.

“Saat ini belum berubah. Masih tarif lama,” ujar Kepala Pelni Cabang Batam Kapten Agus, Senin (5/9).

Ia mengatakan sejauh ini belum ada informasi dan edaran dari pusat mengenai perubahan tarif tiket kapal Pelni ini. Namun begitu kapten Agus berjanji akan segera menyampaikan ke masyarakat jika seandainya ada terjadi perubahan tarif tiket Pelni.

“Pasti akan kita segera informasikan. Untuk saat ini masih tarif yang lama,” tuturnya.

Diketahui kapal Pelni memilki lima kelas yakni kelas 1A, 1B, 2A, 2B, kelas ekonomi dan khusus wanita. Tarif kapal Pelni dibedakan oleh kelas. Paling mahal itu kelas 1A seperti tujuan Batam-Tanjung Priok dimana harga kelas termurah ekonomi Rp220 ribu.

Sama dengan tarif Pelni, tarif kapal Dumai Line juga belum perubahan. Humas Dumai group Asmadi mengatakan, sampai hari ini belum ada kenaikan tarif tiket kapal Dumai Line. Baik dalam maupun tujuan luar provinsi. “Sampai saat ini belum ada kenaikan tarif,” ujar Humas Dumai Group Asmadi.

Pantauan Batam Pos di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), Senin (5/9), sejumlah penumpang berharap tidak ada kenaikan tarif kapal. Asnawi, salah satu penumpang tujuan Batam-Dumai mengatakan, sebagai pengguna transportasi laut ia berharap pengusaha kapal menunda kenaikan tarif.

“Ya, harapannya seperti itu, apalagi kita hari-hari menggunakan moda transportasi laut ini,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Rian warga lainnya. Ia mengaku kenaikan tarif kapal akan berdampak pada jumlah penumpang. Terlebih lagi ekonomi saat ini dirasa masih belum stabil ditambah kenaikan tarif akan berdampak langsung pada masyarakat.

“Kita misalnya, kalau semua naik tentu akan menunda perjalanan apalagi bagi yang berkeluarga tentu saja cukup berat,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai Sabtu 3 September 2022. Harga pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Harga Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, sedangkan harga pertamax dari Rp 12.500 jadi Rp 14.500 per liter. (*)

 

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

SALAM RAMADAN