
batampos – Pembahasan Upah Mininum Kota (UMK) 2023 akan tetap mengikuti PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid, mengatakan, pihaknya sudah mensimulasikan kenaikan UMK tahun 2023 berdasarkan hitungan yang dilakukan oleh Tim Apindo, dengan asumsi inflasi 7 persen, maka kenaikan UMK Batam berkisar di angka 2 persen hingga 3 persen.
Ia berharap, inflasi di pada bulan Oktober hingga Desember 2022 bisa lebih rendah dibandingkan September.
Sebab kemungkinan efek dari kenaikkan harga BBM sudah tidak begitu signifikan lagi di bulan Oktober.
“Bahkan beberapa waktu lalu BBM non subsidi sudah kembali mengalami penurunan. Sehingga, dampaknya terhadap inflasi tidak begitu begitu tinggi lagi,” katanya.
Ia menambahkan, mengenai UMK tahun 2023 mendatang, Apindo berharap semua pihak bisa menerima berapapun nilai kenaikan UMK yang nantinya dihasilkan melalui formulasi yang ada.
Tentunya Apindo juga berharap, tidak ada lagi aksi turun ke jalan sehubungan dengan perundingan UMK ini, karena formulasinya sudah ada.
Dewan Pengupahan tinggal menyepakati saja angka yang dihasilkan formulasi tersebut, untuk diusulkan kepada Wali Kota Batam untuk kemudian disahkan oleh Gubernur Kepri.
“Semoga tahun ini, untuk perundingan upah minimum Batam lebih kondusif dibandingkan tahun lalu,” imbuhnya.
Ia mengatakan, jika melihat data inflasi Kepri yang menjadi acuan perhitungan UMK di Kepri memang terlihat relatif lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Hal ini lanjut dia, memang sudah diperkirakan akibat dari kenaikan BBM subsidi dan non subsidi. Sehingga kenaikan BBM ini juga menyebabkan naiknya biaya transportasi umum dan biaya logistik beberapa kebutuhan pokok.
“Namun menurut saya inflasinya masih relatif terkendali,” ujarnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat, inflasi September 2022 memcapai 1,08 persen. Inflasi ini, lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan September 2021 sebesar 0,33 persen.
Hal ini tentu mempengaruhi ketentuan upah minimum pekerja (UMP) pada tahun depan.(*)
Reporter: Eggi Idriansyah



