
batampos – Proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan unit sekolah baru (USB) yang direncanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam untuk tahun 2025 mulai memasuki tahap tender. Proses ini menjadi penanda dimulainya tahapan realisasi fisik di lapangan guna menjawab kebutuhan pendidikan yang terus meningkat di kota ini.
Kepala Disdik Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan total ada 34 ruang kelas baru yang akan dibangun. Selain itu ada juga tiga unit sekolah baru di sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan penambahan fasilitas pendidikan.
“Insya Allah, 34 ruang kelas baru, karena kita masih konsen juga di rehab dan revitalisasi. Saat ini, untuk USB dan RKB sudah masuk proses tender karena perencanaannya baru selesai,” ujar Tri, Minggu (20/4).
Rincian pembangunan RKB itu terdiri dari ruang untuk Taman Kanak-Kanak (TK), ruang kelas untuk Sekolah Dasar (SD), dan ruang kelas untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Lokasi pembangunan tersebar di beberapa sekolah yang mengalami kekurangan ruang belajar akibat pertumbuhan jumlah peserta didik.
Selain RKB, Disdik Batam juga menganggarkan pembangunan tiga unit sekolah baru. Dua di antaranya adalah SMP yang masing-masing akan dibangun di wilayah Buliang dan Nongsa. Sementara satu sekolah dasar akan dibangun di kawasan Sei Langkai.
“Pembangunan sekolah ini sangat penting untuk mengakomodasi jumlah siswa yang terus bertambah,” kata Tri.
Ia juga menambahkan, untuk pembangunan SMP di Nongsa, prosesnya sedikit lebih panjang karena harus melalui pematangan lahan terlebih dahulu. Hal ini menyusul selesainya proses reviu dari inspektorat.
“Saat ini masih dalam tahap pematangan lahan karena proses reviu dari inspektoratnya baru selesai. Sementara baru itu yang bisa kita lanjutkan. Kalau ada perubahan atau perkembangan lain, nanti akan kita informasikan kembali,” jelasnya.
Disdik Batam berharap proses tender berjalan lancar dan pelaksanaan fisik bisa segera dimulai, sehingga keberadaan ruang kelas baru dan sekolah baru ini bisa mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik dan nyaman.
“Ini bagian dari komitmen kita untuk memastikan fasilitas pendidikan terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan dan kebutuhan yang ada di lapangan,” ujar Tri. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



