Minggu, 15 Februari 2026

Pemerintah Daerah Wajib Bantu Kembangkan UMKM melalui Platform Digital

Sulit Berkembang, Akses Pemasaran dan Modal jadi Kendala Utama

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Sektor pengembangan UMKM di Kepri saat ini berjalan stagnan, bahkan terkesan melambat. Hal itu disebabkan beberapa kendala, salah satunya seperti akses pasar dan modal.

Menurut Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Sirajudin Nur, produk UMKM di Kepri sendiri, masih sulit berkembang dan bersaing dengan produk UMKM nasional yang secara masif melakukan kampanye digital di semua platform media sosial.

”Kita perlu mendorong transformasi digitial di kalangan pelaku UMKM, agar bisa lebih dikenal produk dan layanannya, serta agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Platform digital ini mestinya bisa disubsidi oleh pemerintah, dengan menyediakan aplikasi bisnis secara gratis bagi pelaku UMKM, termasuk menyediakan marketplace bagi UMKM lokal Kepri,” ujar politikus PKB yang sudah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri selama dua periode berturut turut ini.


Calon anggota DPD RI tahun 2024 dari dapil Provinsi Kepri ini berharap, agar UMKM di Kepri sendiri, segera mampu bertransformasi ke dunia digital untuk mengembangkan usahanya.

ANGGOTA Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Sirajudin Nur, saat memberikan kata sambutan kepada ratusan ibu-ibu yang akan mengikuti pelatihan kerja yang digelar Sirajudin Nur bersama Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kepri beberapa waktu lalu.

”Saat ini yang terjadi di Kepri, UMKM kita masih sangat sulit bersaing di pasar, mengingat masih konvensional dan minim modal pengembangannya. Ini bisa kita siasati dengan membantu menyediakan dukungan berupa platform digital gratis, riset, perlatihan pemasaran, marketplace, dan masih banyak lainnya,” terangnya.

Tak itu saja, Sirajudin Nur juga meminta agar pihak perbankan nasional, para corporate dapat mendukung pengembangan usaha kecil menengah di Provinsi Kepri ini, melalui kemudahan akses permodalan dan pendampingan usaha.

”Kami berharap perbankan nasional juga ikut turun tangan membantu memajukan dan mengembangkan sektor UMKM di Kepri ini, semisal dengan menggelar pelatihan usaha, serta pendampingan manajerial. Saya mengajak masyarakat untuk aktif membantu mempromosikan produk dan usaha-usaha lokal yang ada di Kepri ini, salah satu caranya melalui saluran media sosial,” terang pria kelahiran 11 Juni 1973 ini.

Provinsi Kepri sendiri, diakui Sirajudin Nur, memiliki banyak pelaku UMKM yang punya potensi besar untuk bisa dikembangkan lagi. Hanya saja, promosinya memang masih sangat terbatas dan minim.

Ke depan, Sirajudin Nur, berharap agar UMKM di Kepri ini mampu menembus pasar hingga mancanegara, khususnya yang terdekat yakni Singapura dan Malaysia.

”Kepri ini memiliki modal yang sangat strategis yang tak dimiliki oleh daerah lain. Apa itu? Letak geografisnya berbatasan langsung dengan 2 negara. Ini harus bisa dimanfaatkan untuk mengakses pasar luar negeri,” tegasnya.

Seperti diketahui, usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peranan penting dan strategis dalam struktur perekonomian Indonesia, karena memberikan sumbangan besar terhadap produk domestik bruto sebesar 61,1 persen, penyerapan tenaga kerja 97,1 persen, dan ekspor sebesar 14,4 persen.

Mengingat pentingnya peran UMKM sebagai pilar ekonomi bangsa, pemerintah dan masyarakat perlu mengambil peran untuk membantu UMKM berkembang.

Banyak cara yang bisa dilakukan, satu di antaranya adalah dengan ikut membantu pelaku UMKM mendapatkan dukungan platform digital sebagai sarana promosi, pemasaran dan manajemen mutu produk. (*/adv)

Update