
batampos – Rencana pemindahan operasional kapal Pelni dari Pelabuhan Batuampar ke Pelabuhan Bintang 99 yang semula dijadwalkan Rabu (4/12) harus ditunda. Kepala Pelni Cabang Batam, Muhammad Iqbal, membenarkan adanya penundaan tersebut. Saat ini, operasional kedatangan dan keberangkatan Kapal Motor (KM) Kelud tetap dilakukan di Pelabuhan Batuampar.
“Masih di Batuampar sementara. Kami masih menunggu administrasi dan persiapan dari terminal,” ujarnya, Rabu (4/12).
Iqbal menjelaskan bahwa pemindahan operasional ini memerlukan beberapa langkah persiapan, termasuk kelengkapan administrasi dan kesiapan fasilitas di Terminal Bintang 99. Namun, ia memastikan bahwa proses ini terus berjalan agar pemindahan dapat segera terealisasi.
Pantauan di lapangan, Pelabuhan Batuampar masih menjadi titik keberangkatan dan kedatangan utama untuk KM Kelud, yang merupakan salah satu moda transportasi laut andalan masyarakat Batam. Pelni sebelumnya berencana memindahkan operasional kapal ke Terminal Bintang 99 guna meningkatkan kapasitas dan kenyamanan pelayanan.
Baca Juga: Rapat Pleno Penghitungan Suara Tingkat Kota Batam Dimulai, Ansar-Nyanyang Unggul
Beberapa calon penumpang yang telah mengetahui rencana pemindahan tersebut mengaku bingung dengan informasi yang berubah. Salah satu calon penumpang, Lina, 28, berharap kejelasan terkait lokasi terminal.
“Saya awalnya dengar pindah ke Bintang 99, tapi sekarang katanya tetap di Batuampar. Kami butuh kepastian biar tidak salah lokasi,” katanya.
Pemindahan operasional ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jasa Pelni, termasuk peningkatan kapasitas terminal dan kelancaran operasional kapal. Hingga saat ini, masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari Pelni Cabang Batam.
Sebelumnya, Kepala KSOP Khusus Batam, Capt Bharto Ari Raharjo, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Tata Kelola Kepelabuhanan (Kabid Lala) KSOP Khusus Batam, Luderwijk Siahaan mengatakan pemindahan ini membutuhkan koordinasi lintas sektor, termasuk pemerintah pusat dan Bea Cukai.
“Banyak kepentingan stakeholder yang perlu disinergikan. Ini bukan hanya tugas KSOP, tetapi melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat,” jelas Luderwijk, Selasa (3/12).
Baca Juga: Inflasi Kota Batam Naik, Pemko Tingkatkan Pemantauan Harga untuk Kendalikan Kenaikan
Menurutnya, uji coba pemindahan kapal Pelni dari Pelabuhan Batuampar ke Pelabuhan Bintang 99 telah dilakukan tanpa kendala teknis. Namun, surat keputusan pemindahan dari pemerintah pusat masih menjadi penentu realisasi proses ini.
“Kami berharap keputusan ini segera diterbitkan, sehingga semua pihak bisa bekerja sesuai rencana,” tambahnya.
Di sisi lain, Pelabuhan Bintang 99 mempersiapkan diri menjadi pusat layanan transportasi laut yang lebih memadai di Batam. Selain fasilitas ruang tunggu dan AC, pengelola pelabuhan juga menargetkan penyempurnaan fasilitas lain yang menunjang kenyamanan para penumpang kapal milik Pelni.
Pemindahan ini juga diharapkan dapat mengurangi beban Pelabuhan Batuampar yang selama ini menjadi satu-satunya pelabuhan utama bagi kapal Pelni. Dengan dua pelabuhan penumpang yang aktif, distribusi penumpang dan barang diyakini akan lebih lancar dan efisien.
Luderwijk menambahkan, Jika semua dokumen selesai dalam pekan ini, pihaknya optimistis pemindahan bisa segera dilakukan. “Ini akan menjadi langkah besar bagi Batam dalam meningkatkan layanan transportasi laut, ” tuturnya.
Sementara itu Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar dalam keterangan resminya menyebutkan, Badan Usaha Pelabuhan kembali menggelar Rapat Penyempurnaan Rencana Uji Coba Embarkasi dan Debarkasi Terminal PT Bintang 99. Dalam rapat itu disepakati bersama dibutuhkan adanya penyempurnaan fasilitas baik dari sisi perairan dan darat terminal penumpang, sehingga pemindahan operasional Kapal Pelni dari Terminal Batuampar ke Terminal Bintang 99 yang semula dijadwal Rabu, 4 Desember 2024 harus ditunda.
“Sampai saat ini Operator Terminal Penumpang PT Bintang 99 masih menyempurnakan fasilitas-fasilitasnya demi kenyamanan penumpang KM Kelud nantinya,” ujar Dendi.
Baca Juga: Pasar Wan Sri Beni Mangkrak, Warga dan Pedagang Berharap Segera Dioperasikan
Aspek keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama, sehingga pada Rabu ini (4/12) akan dilaksanakan pengecekan Kolam dan Alur Pelabuhan oleh CQP guna memastikan kembali fasilitas alur dan kolam pada Terminal Penumpang PT Bintang Sembilan Sembilan Persada.
“BP Batam, KSOP Khusus Batam, KPU Bea Cukai Tipe B Batam, Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang, PT Pelni, PT Bintang 99 akan terus melaksanakan persiapan-persiapan sehingga pemindahan operasional Kapal Pelni ke Terminal Bintang 99 Persada dapat segera terwujud,” tutup Dendi. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



