Jumat, 13 Maret 2026

Pemko Batam Salurkan BLT Hanya Satu Kali, Alasannya…

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyerahkan BLT BBM kepada salah seorang warga Kota Batam. Foto: Diskominfo Kota Batam untuk Batam Pos

batampos – Pemko Batam segera menuntaskan proses verifikasi penerima bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 300 ribu. Bantuan tersebut akan disalurkan Oktober mendatang dan hanya dilakukan satu kali.

Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin, mengatakan bantuan hanya disalurkan satu kali saja. Hal ini berbeda dengan pusat yang menggelontorkan bantuan BBM selama dua bulan penuh September dan Oktober mendatang.

“Batam sekali saja, karena terbatas anggarannya. Untuk penyaluran BLT saja sudah menghabiskan anggaran hingga Rp 16 miliar lebih. Program menekan inflasi tidak hanya BLT,” kata dia usai menghadiri acara Satpol PP di Dataran Engku Putri, Jumat (16/9/2022).

Baca Juga: Pemko Batam Siapkan Rp 13 Miliar Untuk BLT, Pasar Murah, Hingga Subsidi BBM

Jefridin mengatakan proses verifikasi sudah hampir selesai dilaksanakan. Ia menargetkan paling lambat akhir bulan ini nama penerima BLT sudah ada, sehingga mereka bisa menerima BLT bulan depan.

“Penyaluran kami targetkan Oktober, namun waktu pastinya masih belum ditetapkan. Sebab baik kota maupun provinsi tengah fokus ke proses verifikasi, dan memastikan penerima ada di Batam,” jelasnya.

Upaya lain dalam menekan angka inflasi adalah, Pemko Batam sudah melakukan penandatangan kerja sama dengan Tapanuli Utara. Hal ini terkait pengiriman bahan komoditi pokok ke Batam.

“PKS (Perjanjian Kerja Sama) sudah selesai, kemarin tim dari Pemko Batam sudah ke sana. Dan diharapkan apa yang sudah disepakati bisa segera direalisasikan. Jadi tidak hanya sekedar penandatangan, namun juga ada bukti nyata dari kerja sama tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga: Kala Warga Miskin Batam Menggantungkan Nasib pada BLT

Ia menyebutkan dalam waktu dekat ini, pengiriman cabai akan dikirim dari Tapanuli Utara ke Batam.

Adanya penambahan pasokan komoditi ini diharapkan bisa menjaga stabilitas harga komoditi jelang akhir tahun mendatang.

“Jangan ada lonjakan harga, itu adalah tujuan kami saat ini. Kalau kenaikan terlalu jauh akan memberatkan pembeli, dan akan mempengaruhi daya beli,” imbuhnya.

Terkait operasi pasar murah, Jefridin mengungkapkan kegiatan tersebut tengah disusun dan difinalisasi.

Untuk jadwal pelaksanaan akan menyusul selesainya pembahasan. Ia optimis berbagai program yang disusun ini bisa terlaksana dengan baik Oktober mendatang.

“Ada banyak program, bulan depan sudah mulai jalan. Upaya-upaya seperti ini diharapkan bisa menjaga kondusif keadaan di Batam, pasca kenaikan harga BBM,” tutupnya.(*)

Reporter: Yulitavia

SALAM RAMADAN