Jumat, 23 Januari 2026

Pemko-BP Batam Bangun 12 Rumah Pompa, Banjir Ditarget Bisa Terkendali

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Banjir menggenangi Jalan S Parman Seibeduk, Senin (11/8). Foto. Sya’ban/ batampos.co.id

batampos – Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam tengah merencanakan pembangunan 12 stasiun pompa untuk mengatasi banjir yang kerap melanda sejumlah titik rawan di kota ini. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat aliran air ketika hujan deras mengguyur, sehingga genangan cepat surut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan pembangunan rumah pompa ini merupakan hasil dari proses identifikasi titik banjir yang telah dilakukan Pemko dan BP Batam.

“Identifikasi sudah selesai, dan salah satu rekomendasi utamanya adalah membangun rumah pompa di lokasi-lokasi yang rawan banjir parah,” ujarnya, Rabu (13/8).

Baca Juga: Hujan Deras Guyur Batam, 60 Titik Banjir dan Longsor di Bengkong

Menurut Rudi, hujan deras berdurasi singkat saja sudah cukup membuat air menggenangi 13 wilayah di Batam, di antaranya Simpang Kepri Mall, Rusun Lancang Kuning, Perumahan Cipta Regency, Baloi Permai, Kelurahan Kibing, Sei Nayon, depan Kantor Wali Kota, hingga jalur lambat Anggrek Mas. Genangan juga kerap terjadi di Nongsa, Candi Bentar Sagulung, Dreamland, Marina, Golden Land, dan Pantai Stres Jodoh Batu Ampar.

Rudi menjelaskan, 12 stasiun pompa yang akan dibangun berada di Stasiun Pompa Jodoh 1 (dekat Bintang 99), Stasiun Pompa Sungai Jodoh 2 (dekat Hotel Pasific), Stasiun Pompa Sungai Jodoh 3 (dekat Pasar Induk), Stasiun Pompa Sungai Jodoh 4 (dekat DC Mall), Stasiun Pompa Baloi (dekat RS Awal Bros).

Selanjutnya Stasiun Pompa Bengkong 1 (dekat Kantor Camat), Stasiun Pompa Bengkong 2 (Cahaya Garden), Stasiun Pompa Simpang Kepri Mall, Stasiun Pompa Panbill, Stasiun Pompa Sungai Beduk, Stasiun Pompa Kawasan Industri Sekupang dan Stasiun Pompa Marina.

Pembangunan tahap pertama saat ini difokuskan di kawasan Pasar Induk Jodoh, yang selama ini menjadi langganan banjir parah.

“Pengerjaan sedang berjalan, dan akan dilanjutkan ke lokasi-lokasi lainnya sesuai prioritas,” jelasnya.

Selain pembangunan rumah pompa, Pemko Batam juga melakukan normalisasi saluran air yang tersumbat dan penanaman pohon di daerah yang minim resapan. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir akibat berkurangnya ruang terbuka hijau imbas pesatnya pembangunan kota.

“Target kami, 12 stasiun pompa ini akan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan banjir. Dengan kerja sama semua pihak, kita optimistis banjir di Batam bisa dikendalikan,” kata Rudi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update