
batampos – Jumlah pemohon kartu pencari kerja (AK1) di Batam pasca-Lebaran tahun ini terpantau masih rendah. Dari tanggal 9 hingga 11 April 2025, hanya 51 orang yang mengurus AK1 di Disnaker Batam, dan seluruhnya merupakan pemegang KTP luar Batam. Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, menyebut banyak pendatang sudah membawa AK1 dari daerah asal, sehingga tidak tercatat dalam data Batam.
Disnaker berencana memperketat layanan AK1 bagi pencari kerja dari luar daerah. Rudi mengatakan pihaknya akan menyesuaikan dengan Perwako yang segera terbit dari provinsi. “Nanti setelah Perwako turun dari provinsi, kami tidak akan memberikan pelayanan AK1 lagi bagi pencari kerja yang ber-KTP luar Batam,” ujarnya. Pengecualian diberikan hanya untuk perpanjangan AK1, sesuai Perda yang mengatur syarat domisili minimal satu tahun di Batam.
Jika dibandingkan tahun lalu, terjadi penurunan jumlah pemohon AK1 pada pekan pertama setelah Lebaran. Tahun lalu tercatat ada 76 orang, sementara tahun ini hanya 51. Penurunan ini diduga karena belum semua pendatang kembali ke Batam usai mudik. Meski begitu, peluang kerja di Batam masih terbuka, terutama di kawasan industri yang mulai membuka rekrutmen sejak awal April.
Rudi menyebut saat ini terdapat 26 lowongan kerja yang tercatat di Disnaker, meskipun masih banyak perusahaan yang membuka lowongan secara mandiri. Kebutuhan tenaga kerja juga tidak hanya untuk operator, tapi juga posisi manajerial seperti akuntansi dan teknis. Namun, hingga saat ini belum ada pembukaan besar untuk posisi operator.
Di sisi lain, jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke Batam juga menurun drastis dibanding tahun lalu. Penurunan ini dikaitkan dengan berakhirnya beberapa proyek konstruksi. Rudi juga menginformasikan bahwa rekrutmen besar biasanya terjadi di bulan Juni, dan PT Muka Kuning dikabarkan akan membuka 1.700 lowongan pada bulan tersebut, mencakup berbagai posisi dari operator hingga administrasi. (*)



