
batampos – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri belum mengalokasikan anggaran untuk perbaikan lokasi sekolah yang rawan terjadi longsor di APBD tahun 2023 ini.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, menuturkan, alokasi anggaran pendidikan tahun masih fokus dengan pengadaan RKB, SKB ataupun fasilitas sekolah.
“Belum ada tahun ini. Kalaupun iya (ada anggaran,red), nanti mungkin di APBD perubahan,” ujar Andi.
Baca Juga: Jalan Ahmad Yani Terendam Banjir
Sebelumnya Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyampaikan hal yang sama. Alokasi anggaran pendidikan tahun ini masih fokus dengan penambahan RKB,SKB serta fasilitas sekolah.
“Untuk RKB terus kita upayakan sampai memenuhi kuota ideal tiap sekolah. Biar mutu pendidikan semakin baik. Daya tampung siswa dalam satu rombel harus ideal. Tak boleh sesak lagi dalam satu kelas,” ujar Ansar belum lama ini di Sekupang.
Sepanjang tahun 2022, Pemprov Kepri telah menambah sejumlah fasilitas penunjang sekolah. Di antaranya; 140 ruang kelas baru (RKB) untuk SMA dan SMK se Kepri.
Baca Juga: Pak Wali Kota, Tolong Bangun SD di Kampung Tua Seibinti
Sebanyak 116 RKB untuk SMA dan SMK tersebut ada di kota Batam. Selain RKB, ada juga enam unit sekolah baru (USB) yang dibangun oleh pemerintah provinsi Kepri.
Penambahan RKB atau USB tidak lain untuk mengatasi persoalan daya tampung yang selalu jadi polemik setiap tahunnya.
Terkait batu miring atau proyek untuk penguatan lahan sekolah agar tidak terjadi longsor belum ada alokasi tahun ini.
Di Batam sendiri ada beberapa sekolah yang memang rawan dengan longsor salah satunya adalah SMAN 21 Batam.(*)
Reporter: Eusebius Sara



