
batampos – Pencari kerja di Batam mengalami lonjakan setiap awal tahun. Hal itu terlihat dari data yang dimiliki Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Batam dari pengurusan kartu kuning atau Kartu AK1.
Salah satu pencari kerja, Yogi, mengaku datang sejak pagi agar tidak terlalu lama mengantre. “Saya sedang mencari pekerjaan di perusahaan elektronik. Kartu kuning ini wajib, jadi saya urus lebih dulu biar bisa langsung apply kerja,” katanya
Namun, tidak semua pencari kerja datang dengan persiapan matang. Seorang wanita bernama Rina tampak kebingungan saat mengetahui ada dokumen yang belum dibawanya.
“Saya kira hanya butuh KTP dan ijazah. Ternyata harus ada pas foto juga. Jadi harus cari dulu,” ungkapnya.
Baca Juga: Batam Pos dan Pertamina Niaga Berbagi Iftar di Kavling Beverly
Di sisi lain, ada pula pencari kerja yang harus kembali karena kesalahan dalam pengisian formulir. Seorang pemuda bernama Ardi mengaku kurang memahami prosedur yang ada. “Tadi salah isi, jadi harus ulang lagi. Harusnya informasi lebih jelas di awal biar nggak bolak-balik,” ujarnya.
Meningkatnya jumlah pemohon kartu kuning menandakan bahwa semakin banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Namun, apakah jumlah lowongan yang tersedia sebanding dengan banyaknya pencari kerja. Beberapa pencari kerja mengungkapkan bahwa mereka kesulitan menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.
“Saya sudah beberapa kali melamar, tapi belum ada panggilan. Persaingan sangat ketat,” ujar Iwan, seorang lulusan perguruan tinggi yang mengincar posisi di perusahaan manufaktur.
Dengan tingginya angka pencari kerja, pemerintah diharapkan dapat memperluas peluang kerja melalui investasi dan pelatihan keterampilan yang lebih masif. Disnaker Batam sendiri telah mengadakan berbagai program pelatihan, tetapi belum cukup menjangkau seluruh pencari kerja yang ada.
Baca Juga: Pengangkutan Sampah di Permukiman Masih Tersendat, Warga Keluhkan Penumpukan
Yogi, yang masih mencari pekerjaan, berharap bisa segera mendapatkan pekerjaan sesuai harapannya. “Saya ingin kerja secepatnya. Harapannya ada lebih banyak lowongan yang dibuka,” harapnya.
Menurut data Disnaker, sepanjang Januari hingga Maret 2025, jumlah pencari kerja yang mengurus kartu kuning terus meningkat dan mencapai sebanyak 5.585 . Pada Januari tercatat 1.787 pemohon, Februari melonjak menjadi 2.774, dan per 21 Maret telah mencapai 1.024 pemohon. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



