Kamis, 15 Januari 2026

Pencari Kerja Masih Rendah Pascalebaran, Disnaker Batam Perketat Layanan untuk KTP Luar Daerah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti.

batampos – Jumlah pemohon kartu pencari kerja (AK1) di Kota Batam usai libur Lebaran tahun ini terpantau masih rendah. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, sejak Rabu (9/4) hingga Jumat (11/4), tercatat baru sebanyak 51 orang yang mengurus AK1.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 48 orang tercatat hingga kemarin, dan hari ini ada tambahan tiga orang. Itu semuanya ber-KTP luar Batam,” ujar Rudi, Jumat (11/4).

Menurutnya, sebagian pencari kerja dari luar daerah sudah datang dengan membawa AK1 dari daerah asal, sehingga tidak terdata di Batam. Namun, Rudi menegaskan, ke depan pihaknya akan memperketat pelayanan terhadap pencari kerja yang bukan penduduk Batam.

“Nanti setelah Perwako turun dari provinsi, kita tidak akan memberikan pelayanan AK1 lagi bagi pencari kerja yang ber-KTP luar Batam. Kalau perpanjangan masih bisa, sesuai dengan Perda,” jelasnya.

Dalam Perda disebutkan bahwa pelayanan hanya diberikan kepada pencari kerja yang telah berdomisili minimal satu tahun di Batam, dibuktikan dengan surat keterangan dari RT dan RW. “Ini sudah mulai berlaku tahun ini dan akan kita sampaikan juga ke kelurahan-kelurahan,” tambahnya.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pemohon AK1 pada pekan pertama pascalebaran juga mengalami penurunan. Tahun lalu tercatat ada 76 pencari kerja, sementara tahun ini baru 51 orang. Rudi menduga hal ini disebabkan belum semua perantau kembali ke Batam setelah mudik.

Meski jumlah pencari kerja menurun, Rudi memastikan lowongan kerja di Batam masih tersedia. Sejumlah perusahaan bahkan sudah mulai membuka rekrutmen sejak 2 April lalu, terutama di kawasan industri seperti Batamindo.

“Hingga saat ini, sudah ada sekitar 26 lowongan kerja yang masuk ke kita. Tapi itu hanya yang disampaikan ke Disnaker, karena ada juga perusahaan yang buka lowongan secara mandiri tanpa laporan,” kata Rudi.

Ia menyebutkan, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya pada posisi operator, tetapi juga banyak pada jabatan manajerial seperti akuntansi dan teknis lainnya. “Untuk operator, hingga kini belum ada pembukaan lowongan baru,” ucapnya.

Disinggung soal dampak kebijakan kenaikan pajak ekspor ke Amerika terhadap pencari kerja di Batam, Rudi menyebut hingga saat ini belum ada penumpukan. Namun ia mengakui ada tren penurunan jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke Batam.

“Tahun lalu sampai 10 April, ada sekitar 50 TKA yang mengurus perpanjangan. Tapi tahun ini hanya 4 orang. Untuk TKA baru juga menurun, baru 25 orang. Tahun lalu totalnya bisa sampai 100 orang, baik yang memperpanjang ataupun TKA baru,” katanya.

Penurunan ini diduga akibat beberapa proyek konstruksi yang sudah selesai. “Kalau sektor manufaktur harusnya tidak terdampak, karena bukan sektor yang berkaitan langsung,” ujarnya.

Rudi menambahkan, rekrutmen besar di Batam biasanya terjadi pada Juni, seiring dengan berakhirnya masa kontrak pekerja di bulan Mei.

“Saat ini belum ada informasi pembukaan lowongan besar. Tapi PT Muka Kuning dikabarkan akan membuka 1.700 lowongan kerja pada Juni. Tidak hanya untuk operator, tetapi juga posisi manajerial, akuntansi, dan administrasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update