
batampos – Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos Batam resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Willy Pakpahan (28), pemancing asal Lubukbaja yang dilaporkan hilang usai terjatuh dari speedboat di perairan sekitar Pulau Belakang Padang, sejak Kamis (3/4) lalu.
Kepala Basarnas Kepri, Fazzli, melalui Kepala Pos SAR Batam, Dedius, mengatakan pencarian telah dilakukan selama tujuh hari sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Kami telah melakukan upaya maksimal dengan penyisiran dan pelacakan secara cermat, namun hasilnya masih nihil,” ujar Dedius, Minggu (13/4).
Baca Juga: Wanita Pelaku Penikaman Ketua RT akan Jalani Tes Psikologi
Meski operasi resmi dihentikan, Dedius menyebut pencarian bisa kembali dibuka apabila ditemukan tanda-tanda atau petunjuk baru terkait keberadaan korban.
“Ya benar, pencarian akan kembali dilakukan saat didapati tanda-tanda atau hal yang merupakan titik terang dari keadaan korban, ” tambah Dedius.
Basarnas juga terus melakukan koordinasi dengan pihak berwenang di negara tetangga, mengingat kemungkinan korban terbawa arus hingga ke luar wilayah perairan Indonesia.
“Kami tetap berkoordinasi dengan SAR Malaysia dan Singapura, untuk mengantisipasi jika ada penemuan di luar wilayah yurisdiksi Indonesia,” tambahnya.
Operasi pencarian sebelumnya melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Ditpolairud Polda Kepri, TNI AL, serta potensi SAR lainnya dan nelayan setempat. Area pencarian mencakup wilayah perairan Pulau Batu Berhenti, Pulau Nirup, hingga sejumlah pulau kecil di barat Pulau Batam. Penyisiran dilakukan intensif menggunakan kapal RIB, kapal patroli, dan bantuan warga.
Baca Juga: Harga Cabai Masih Tinggi di Batam, Pedagang Makanan Mengeluh
Diketahui, Willy dilaporkan terjatuh dari speedboat saat memancing pada Rabu (2/4) sekitar pukul 18.00 WIB. Keesokan harinya, salah seorang temannya menghubungi keluarga korban dan menyampaikan kabar bahwa Willy jatuh ke laut. Teman tersebut juga menyerahkan satu unit ponsel milik korban kepada keluarga.
Setelah menerima informasi itu, kakak korban, Keti Pakpahan, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Direktorat Polairud Polda Kepri. Basarnas Tanjungpinang pun segera melakukan koordinasi awal dan menggerakkan unsur terkait untuk operasi pencarian. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



