
batampos – Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, menegaskan, bahwa penerimaan anggota Polri sepenuhnya gratis dan bebas dari praktik percaloan.
”Penerimaan Bintara Polri tidak ada calo, semuanya gratis. Jangan ada yang coba-coba bermain dengan calo, karena kami akan tindak tegas,” kata Irjen Pol Asep.
Asep menegaskan bahwa Polri menerapkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) dalam setiap tahapan seleksi. Hal ini untuk menjamin bahwa proses rekrutmen bebas dari intervensi, kecurangan, dan praktik suap. Ia juga meminta masyarakat percaya pada kemampuan diri sendiri dan mengikuti seleksi dengan jujur.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur oleh oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Pernyataan ini disampaikan guna memastikan proses seleksi berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Jika ditemukan adanya oknum yang menawarkan jasa percaloan atau pungutan liar, Asep meminta agar masyarakat segera melaporkan ke pihak berwenang.
”Jika ada yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu, itu adalah penipuan. Segera laporkan agar bisa ditindak sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Asep mengatakan, tidak akan mentolerir anggota Polri yang terlibat dalam praktik percaloan atau kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam seleksi penerimaan Polri. Sanksi tegas, termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), akan diberikan kepada personel yang terbukti melakukan pelanggaran. (*)



