Senin, 2 Februari 2026

Pengerjaan Proyek Sudah 70 Persen, Pemilik Mobil Diminta Tidak Parkir di Badan Jalan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Pembangunan infrastruktur. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pengerjaan proyek fisik di Batam, terutama pelebaran jalan, sudah memasuki 70 persen. Musim penghujan yang sudah mulai terjadi diharapkan tidak menjadi kendala dalam tahap penyelesaian proyek pembangunan di sejumlah ruas jalan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam, Yumasnur mengatakan sejauh ini penyelesaian proyek berjalan sesuai dengan rencana. Beberapa proyek pelebaran di beberapa wilayah konsisten berlanjut dan sudah memasuki angka 70 persen.

Proyek pelebaran jalan diperkirakan selesai sebelum akhir Desember tahun ini. Meskipun akhir-akhir ini pengerjaan jalan sedikit mengalami kendala, karena curah hujan yang cukup tinggi. Ia menjelaskan kondisi jalan yang tengah dibuka dan masih memiliki unsur tanah membutuhkan waktu yang lebih lama agar bisa dikerjakan.

Hal ini diakibatkan adanya kandungan air yang terdapat pada lokasi pelebaran jalan. Ia menyebutkan pengerjaan baru bisa dilanjutkan, ketika tanah sudah mulai kering. Sehingga pengerjaan terpaksa ditunda, karena faktor alam yang tidak bisa terhindarkan tersebut.

“Kendala hanya itu saja. Apalagi Batam memiliki curah hujan yang tinggi dengan intensitas yang cukup. Sehingga pengerjaan tidak bisa berjalan, dan harus menunggu cuaca cerah,” sebutnya.

Kendati demikian, ia berharap faktor cuaca ini tidak menimbulkan tertundanya penyelesaian proyek jalan. Seperti pelebaran yang sekarang tengah masif dilakukan di wilayah Sekupang. Pembukaan lahan dan penambahan lajur menjadi fokus tahun ini.

Pengerjaan tahun jamak ini masuk dalam tahap pelaksanaan. Menurut Yumasnur masih ada empat bulan ke depan untuk mengejar target penyelesaian. Alat berat masih bekerja di lapangan. Beberapa penataan lahan sudah selesai dikerjakan, termasuk yang berada di depan SPBU Vitka.

“Alhamdulillah, sejauh ini lancar. Kendala yang timbul berhasil diatasi, termasuk mengatur lalu lintas, agar tidak menimbulkan kemacetan, akibat pengerjaan jalan,” ujarnya.

Begitu juga dengan Bundaran Tembesi, hingga akhir tahun nanti, ia memastikan Pengerjaan pengaspalan berjalan sesuai rencana. Yumasnur menerangkan tahun depan proyek fisik masih akan dilanjutkan. Sehingga beberapa proyek yang tengah dikerjakan tidak akan selesai sepenuhnya tahun ini.

“Pengerjaan jalan bertahap, karena melihat ketersediaan anggaran yang ada. Pengerjaan melihat tingkat prioritas untuk dikerjakan. Selain melebarkan jalan, ada juga pengerjaan perbaikan jalan rusak,” tambahnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang memilki kendaraan, agar tidak memarkirkan kendaraan di badan jalan yang sudah dilakukan pelebaran. Hal ini akan mengganggu lalu lintas kendaraan. Sebelum dilakukan pelebaran, pemilik ruko sudah menyepakati hal tersebut.

“Sebelum dilebarkan, saya sudah panggil semua mereka yang berada di dekat jalur pelebaran jalan. Kalau penataan jalan selesai, saya ingin pengendara bisa menikmati jalan tersebut, jadi saya imbau jangan parkir di ruas jalan,” imbaunya. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA

Update