Sabtu, 14 Maret 2026

Pengusaha Batam Berharap Tarif Kontainer Turun 40 Persen

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Reach stacker mengangkut peti kemas di Pelabuhan Batuampar, Kamis (23/9) lalu. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Tarif kontainer yang mahal dari Batam ke Singapura masih menjadi keluhan dari pengusaha Kota Batam hingga saat ini. Tarif kontainer diharapkan bisa turun sebesar 40 persen dari harga saat ini.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid. Salah satunya dengan pemberantasan pungli di pelabuhan Batam.

Sebab, jika pungli di pelabuhan itu bisa diberantas, maka akan ada penghematan atau penurunan sebesar 15 persen.

“Kita dapat laporan dari para pelaku usaha pelabuhan. Sudah kita sampaikan langsung juga di depan kepala BUP, Kepala BP, dan Sesmenko Ekonomi waktu rapat di otel Marriot kemarin,” ujarnya, Rabu (6/4).

Ia mengungkapkan, modus pungli di pelabuhan itu bisa bermacam-macam. Sehingga, kedepannya ia mengharapkan ada sistem komputerisasi sehingga dapat meminimalkan pertemuan orang dengan orang.

Sebagai tambahan, Apindo Kota Batam juga meminta agar tarif kontainer di Batam diaudit khusus oleh auditor independen. Sehingga, komponen biaya apa saja sebagai pembentuk tarif kontainer harus dibedah dan bisa dirinci sedetail mungkin.

“Dengan begitu akan ketahuan dimana mahalnya dan dimana ada komponen biaya siluman yang masuk,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika permasalahan ini terus dibiarkan, maka oknum yang bermain dalam tarif kontainer ini tidak akan tersentuh.

“Oknum ini akan terus menikmati keuntungan pribadi dari mahalnya tarif kontainer di Batam ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP), Dendi Gustinandar menegaskan, sejak tahun 2021 semua perizinan dilaksanakan dengan sistem melalui platform BSIMS. Sehingga, ia memastikan tidak ada lagi pertemuan dengan petugas.

Namun, ia menegaskan, jika masih ada jajaran BUP yang meminta pungli untuk melaporkannya kepada dirinya langsung. Ia berjanji akan menindak tegas siapapun petugas dan pegawai BUP yang melakukan pungli, memperlama proses, mempersulit dan sejenisnya.

“Sudah menjadi komitmen kami di BP Batam untuk memberikan pelayanan bagi dunia usaha,” tegasnya.

Sebelumnya saat pertemuan dengan Sesmenko, terkait dengan biaya kontainer, Dendi mengatakan kegiatan kapal dari sisi logistik secara keseluruhan di Batam lebih murah baik untuk dalam negeri maupun luar negeri.

“Terkait dengan komponen biaya logistik secara komprehensif, diantaranya biaya dari Batam ke Singapura, untuk kontainer ukuran 20’ (dua puluh feet) dikenakan biaya sekitar lima jutaan rupiah sedangkan ukuran 40’ (empat puluh feet) akan dikenakan sekitar enam jutaan rupiah,” jelas Dendi. (*)

Reporter : Eggi Idriansyah

SALAM RAMADAN