
batampos – Pengusaha galangan kapal yang bergabung dalam anggota Ikatan Perusahaan Industri Galangan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Kepri masih gusar dengan kebijakan PLN Batam yang memadamkan aliran listrik di siang hari. Besar harapan mereka agar pemadaman tidak dilakukan di siang hari demi kelancaran aktifitas produksi di galangan kapal.
Pemadaman di siang hari seperti yang tertera dalam surat edaran mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB sama saja menghentikan aktifitas produksi di galangan kapal secara total. Itu karena aktifitas produksi galangan kapal hampir seluruhnya dilakukan di siang hari dan mengandalkan aliran listrik.
“Sebenarnya orang PLN juga tahu itu, kalau galangan ini kerjanya siang hari dan harus menggunakan listrik. Kita sampaikan lagi itu biar dipertimbangkan dan ada kebijakan lain. Kalau padam di malam hari ok lah tak apa karena aktifitas (produksi) lapangan sudah banyak berkurang. Paling office saja dan bisa pakai genset, siang hari janganlah karena itu waktu produkfitas kami,” ujar Ketua Iperindo Kepri Ali Ulai.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Bikin Resah Pengusaha Batam, Bisa Ganggu Produksi hingga Investasi
Seperti diketahui pihak PLN melalui surat edaran menyampaikan ada pemadaman listrik di lokasi industri mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Alasan pemadaman karena adanya lonjakan pemakaian listrik yang sangat tinggi karena faktor cuaca yang panas akhir-akhir ini. Senin dan Selasa kemarin pemadaman sudah berlangsung di beberapa lokasi industri termasuk beberapa perusahaan galangan kapal.
Pemadaman ini di sebutkan Ali menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi industri galangan kapal. “Jangankan seharian sejam saja padam udah banyak kerugian kami. Ini malah seharian tentu sangat besar kerugian. Pekerja tak bisa kerja sama sekali kalau tak listrik,” ujar Ali.
Baca juga: Terungkap Cara Pelangsir Solar Subsidi Beraksi di Batam
Ini sangat disayangkan Ali dan anggota Iperdindo Kepri sebab industri galangan kapal di Batam baru saja membaik setelah babak belur dihantam pandemi Covid-19 sebelumnya. Saat proyek pembuatan kapal meningkat malah galangan kapal dihadapkan dengan permasalahan listrik yang padam ini.
“Susah payah loh kita mencoba menghidupkan kembali galangan ini. Sekarang sudah mulai membaik tolonglah ini di dukung karena untuk kemajuan ekonomi kita bersama juga,” ujar Ali. (*)
Reporter: Eusebius Sara



