Selasa, 3 Februari 2026

Pengusaha Minta Pembenahan Lahan Batam Harus Diikuti Kebijakan Tepat Sasaran

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – BP Batam resmi menghentikan sementara proses pengalokasian lahan di Batam. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari langkah pembenahan tata kelola lahan yang selama ini menjadi sorotan, terutama terkait praktik penyalahgunaan lahan yang dianggap menghambat investasi.

Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, menyambut baik langkah tersebut dengan catatan bahwa penghentian ini harus diikuti dengan perbaikan yang nyata.

“Kita sejak lama sudah menyoroti persoalan lahan di Batam menjadi salah satu hambatan investasi yang ada,” ujarnya, Kamis (5/12).

Rafki menjelaskan, banyak alokasi lahan di masa lalu yang tidak tepat sasaran. Alih-alih dimanfaatkan langsung oleh investor untuk pembangunan, sejumlah oknum justru memanfaatkan lahan tersebut sebagai komoditas bisnis dengan menjadi calo. Hal ini menyebabkan harga lahan melonjak dan sulit dijangkau oleh pelaku usaha yang membutuhkan.

“BP Batam perlahan sudah mulai membenahi hal itu. Dalam pertemuan dengan pelaku usaha beberapa minggu yang lalu, BP Batam menjelaskan bahwa pembenahan sedang berlangsung. Karena itu, pengalokasian lahan dihentikan sementara,” kata Rafki.

Meskipun mendukung langkah tersebut, dia mengingatkan agar penghentian sementara ini tidak berlangsung terlalu lama, karena dapat menghambat arus investasi di Batam.

“Asalkan tujuannya benar-benar membenahi persoalan lahan yang ruwet, kita tidak masalah. Tapi, jika tidak membuahkan hasil yang baik, tentunya kita akan memberikan kritik kepada BP Batam,” ujar dia.

DPR RI turut melakukan pengawasan terhadap BP Batam dalam hal pengelolaan lahan. Ia berharap sinergi ini akan membawa perbaikan signifikan, sehingga di masa depan investor yang membutuhkan lahan dapat mengaksesnya langsung melalui BP Batam tanpa perantara calo.

“Dengan begitu, harga lahan akan lebih wajar, dan iklim investasi di Batam bisa lebih maju lagi,” kata Rafki. (*)

Reporter: Arjuna

Update