
batampos — Suasana penuh sukacita mewarnai rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Pengusahaan (BP) Batam yang digelar di Tanjung Banon, Sembilang, Sabtu (25/10). Ribuan warga memadati lokasi acara yang menghadirkan berbagai layanan sosial dan hiburan rakyat.
Kegiatan bakti sosial ini dihadiri langsung oleh Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara bersama Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra. Turut hadir pula Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafruddin, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, jajaran Forkopimda Kepri dan Kota Batam, serta sejumlah instansi vertikal.
Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai layanan gratis bagi masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengobatan umum dan spesialis, hingga pembagian sembako sebanyak 1.500 paket yang bekerja sama dengan Baznas. Tak hanya itu, panitia juga menggelar bazar UMKM dan door prize dengan hadiah utama dua unit sepeda motor, dua lemari es, dan dua televisi.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan HUT BP Batam tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk lebih dekat dan berpihak kepada masyarakat. “Hari jadi ini menjadi media evaluasi bagi kita semua. Apa yang sudah dikerjakan akan kita pelajari agar ke depan BP Batam semakin baik,” ujarnya.
Amsakar menyebut perhatian besar diberikan kepada masyarakat Tanjung Banon melalui program pengobatan gratis yang menghadirkan tujuh dokter spesialis, di antaranya spesialis jantung, saraf, bedah, anak, dan penyakit dalam. Selain itu, BP Batam juga menyediakan 3.000 kacamata baca gratis dan khitanan massal bagi 100 anak.
Ia mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Transmigrasi, yang terus memberikan arahan dan kebijakan untuk mempercepat pembangunan di kawasan Rempang Co-City. “Kita optimistis Batam ke depan akan semakin maju dengan dukungan semua pihak,” tambah Amsakar.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun kawasan transmigrasi yang layak dan manusiawi. “Transmigrasi bukan program top down, tapi bottom up. Prioritas kami bagi daerah yang paling siap dan mendukung,” ujarnya.
Iftitah juga memastikan pemerintah tidak akan melakukan penggusuran terhadap warga, melainkan menyediakan tempat tinggal yang nyaman dan fasilitas memadai. “Kami tidak punya kantong ajaib, tapi lihatlah progresnya. Sudah ada puskesmas, SD, SMP, dan sebentar lagi kampus Patriot akan hadir di sini,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.
Menurutnya, potensi Batam luar biasa besar. Selain menjadi kawasan industri strategis, Batam juga memiliki landasan pacu terpanjang di Indonesia dan potensi maritim unggulan di kawasan Pantai Sembilang. “Di sini kedalaman lautnya lebih dari 20 meter, kapal besar bisa masuk. Ini peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan,” jelasnya.
Rangkaian acara ditutup dengan pembagian hadiah door prize kepada para peserta, di mana dua unit sepeda motor dimenangkan oleh Rusdi dan Rosiah, warga Tanjung Banon. Suasana penuh haru dan tawa menandai penutupan kegiatan yang menjadi simbol kepedulian BP Batam terhadap masyarakat di usia ke-54 tahun. (*)
Reporter: Eusebius Sara



