
batampos – Tumpukan sampah di depan rumah dan ruko di beberapa wilayah Batam semakin meresahkan warga. Sudah lebih dari seminggu sampah tidak diangkut, menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi menyebarkan penyakit. Kondisi ini mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama bagi para pemilik usaha yang khawatir akan dampaknya terhadap pelanggan mereka.
Sri, seorang pengusaha rumah makan di kawasan pertigaan Tunas Regency, Seibinti, Sagulung, mengungkapkan keluhannya. Ia mengatakan biasanya sampah diangkut tiga kali dalam seminggu, tetapi kini sudah lebih dari seminggu tidak ada pengangkutan. “Sampah menumpuk, bahkan ada yang membusuk dipenuhi lalat dan belatung. Ini sangat mengganggu usaha kami,” ujarnya dengan nada kesal.
Tak tahan dengan situasi ini, beberapa warga dan pemilik usaha bahkan memilih membuang sampah sendiri ke tempat lain. Mereka khawatir penumpukan ini semakin parah jika tidak segera ditangani. Selain menimbulkan bau busuk yang mengganggu, tumpukan sampah juga berisiko menjadi sumber penyakit bagi masyarakat sekitar.
Keluhan serupa juga disampaikan Marlina, warga Perumahan Puskopkar Batuaji. Ia mengaku resah karena sampah di depan rumahnya tidak diangkut selama sepekan terakhir. “Belakangan ini, pengangkutan sampah semakin tersendat. Kami tidak tahu apa masalahnya, tapi ini sudah berlangsung beberapa bulan terakhir,” kata Marlina.
Permasalahan ini juga berdampak pada lingkungan sekitar. Tumpukan sampah yang tidak diangkut dalam waktu lama mengundang serangga dan tikus, yang dapat membawa berbagai penyakit. Beberapa warga bahkan melaporkan adanya peningkatan jumlah lalat dan kecoa di rumah mereka akibat kondisi ini.
Sementara itu, sejumlah warga menduga keterlambatan pengangkutan sampah ini terkait dengan masalah operasional atau kurangnya armada pengangkut. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab utama permasalahan ini. Warga hanya berharap masalah ini bisa segera ditangani sebelum semakin parah.
Warga juga meminta pemerintah segera mengambil langkah serius untuk mengatasi persoalan ini. Mereka berharap pihak terkait menjalankan instruksi Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, agar layanan pengangkutan sampah kembali normal dan kebersihan lingkungan tetap terjaga.
Jika dibiarkan berlarut-larut, permasalahan sampah ini bukan hanya berdampak pada kenyamanan dan kesehatan warga, tetapi juga citra kota Batam sebagai salah satu kawasan industri dan wisata. Pemerintah dan pihak terkait perlu segera bertindak agar kondisi ini tidak semakin memburuk. (*)
Reporter: Eusebius Sara



