Jumat, 16 Januari 2026

Penumpukan Sampah di Jalan Ahmad Dahlan Ganggu Aktivitas Ziarah Warga

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sampah bercecer di sepanjang jalan….
(Foto: Eusebius Sara / Batam Pos)

batampos – Aktivitas masyarakat yang berziarah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang dalam rangka menyambut bulan Ramadan terganggu oleh penumpukan sampah di sepanjang ruas Jalan Ahmad Dahlan. Tumpukan sampah terutama terlihat di depan gerbang masuk TPU, menyebabkan pemandangan yang tidak sedap serta menimbulkan bau tak sedap bagi para peziarah.

Berbagai jenis sampah ditemukan di lokasi tersebut, mulai dari sampah rumah tangga, sampah pasar, perabotan bekas, hingga material bangunan. Kondisi ini semakin memperburuk estetika lingkungan sekitar jalan yang seharusnya bersih dan nyaman bagi masyarakat.

Penumpukan sampah ini bukanlah permasalahan baru. Warga sekitar mengungkapkan bahwa kondisi ini telah berlangsung lama tanpa adanya solusi konkret dari pihak terkait. Seiring berjalannya waktu, volume sampah terus bertambah, membuat warga semakin resah.

Di sepanjang Jalan Ahmad Dahlan, tumpukan sampah tampak menggunung di beberapa titik, termasuk sampah medis yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat jalan tersebut merupakan jalur ramai yang berdekatan dengan kawasan hutan lindung serta lokasi resapan air.

Dampak dari penumpukan sampah ini tidak hanya mengganggu pemandangan dan kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi mencemari lingkungan, terutama kawasan hutan lindung dan lokasi pendidikan yang berada di bawah pengelolaan BP Batam. Jika tidak segera ditangani, pencemaran dapat berdampak lebih luas terhadap ekosistem sekitar.

Nurdin, salah satu warga Seitemiang, menyatakan bahwa hingga kini belum ada penanganan yang berarti dari pihak berwenang. Ia menuturkan bahwa satu-satunya cara warga mengurangi sampah adalah dengan membakarnya, meskipun cara ini bukanlah solusi jangka panjang yang efektif.

Senada dengan itu, Ihsan, warga lainnya, mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak pencemaran sampah terhadap sumber mata air di Seitemiang. Ia menjelaskan bahwa selama ini air dari kawasan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggal di permukiman liar dan tidak terjangkau jaringan suplai air bersih.

Jika pencemaran terus berlanjut, kata Ihsan, akan ada dampak serius bagi warga yang bergantung pada suplai air dari mobil tangki. Selain itu, ditemukannya sampah medis di antara tumpukan sampah semakin menambah kekhawatiran akan bahaya kesehatan bagi masyarakat sekitar. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Update