Minggu, 18 Januari 2026

Penyakit Gatal-Gatal dan Gangguan Pernapasan Semakin Mewabah di Sekitar Pabrik PT GRM Tanjunguncang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Elvi, warga Tanjunguncang, Batuaji yang mengalami gatal Gatal di badannya karena terdampak debu pembuangan pabrik, Minggu (14/4). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos– Penyakit gatal-gatal masih mewabah di lingkungan kampung Jatim RT02/RW16, kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji. Sebagian besar masyarakat di sana sudah tertular penyakit akibat serbuan debu Pabrik pengolahan material PVC dari dalam kawasan industri Latrade, Tanjunguncang.

Masyarakat setempat melaporkan tidak saja gatal-gatal yang dialami mereka tapi juga gangguannya pernapasan. Anak-anak sudah banyak yang diserang batuk, ispa dan penyakit gangguannya pernapasan lainnya.

“Sudah dua tahunan situasinya seperti ini, makanya banyak yang kena Ispa termasuk anak-anak, ” kata Agus, warga kampung Jatim, belakang kawasan Industri Latrade.

Penyakit gatal-gatal dan gangguan pernapasan ini mewabah di dua bulan terakhir. Semakin hari semakin banyak masyarakat yang menderita.

“Dua bulan terakhir ini parah memang. Bolak balen terus kami ke rumah sakit untuk berobat, ” kata Mulyanto, warga lainnya.

Serbuan debu pabrik benar-benar membuat masyarakat di sana menderita. Tidak saja penyakit, namun lingkungan tempat tinggal dan isi rumah mereka juga tidak sehat. Debu masuk sampai ke dalam rumah bahkan ke bak penampungan air.

BACA JUGA: Gatal-gatal Akibat Debu Pabrik Semakin Meluas di Tanjunguncang

“Kami di sini airnya pakai nampung semua. Debu itu sekarang masuk sampai ke dalam bak penampungan. Perabotan rumah juga berdebu semua, ” kata Mulyanto.

Debu Pabrik ini keluar dari lubang semacam cerobong asap di tembok pembatas kawasan industri dan langsung menuju ke pemukiman warga. Warga sudah mendatangi kawasan perusahaan dan debu itu berasal dari PT GRM, perusahaan pengolahan material PVC.

Pihak PT GRM saat dikonfirmasi belum mau berkomentar banyak. Melalui Ahok, perwakilan manajemen yang dihubungi Batam Pos, mengaku ada kebocoran di dalam lokasi Pabrik dan sedang dalam perbaikan.

Sanggahan Ahok ini bertentangan dengan keterangan warga yang mengaku sudah dua tahunan Pabrik tersebut sengaja membuang debu Pabrik ke pemukiman mereka.

Ketua RT 02 Karman berharap agar keluhan masyarakat ini segera ditanggapi instansi pemerintah terkait agar penyakit gatal-gatal dan gangguan pernapasan tidak semakin meluas diderita warga di sana. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update