
batampos – Program penyaluran seragam sekolah gratis untuk murid baru SD dan SMP di Kota Batam terus berjalan. Hingga akhir Agustus 2025 ini, realisasi distribusi penyaluran telah mencapai sekitar 50 persen.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD), Yusal. Menurutnya, proses pendistribusian masih berlangsung dan ditargetkan rampung sepenuhnya sebelum akhir September.
“Perkiraannya sudah 50 persen, masih dalam proses distribusi. Alhamdulillah penyaluran berjalan lancar. Yang kita salurkan baju putih merah ditambah kurung Melayu,” ujarnya, Jumat (29/8).
Pemerintah Kota Batam menyiapkan 105.670 stel seragam untuk 52.835 murid baru SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Masing-masing siswa mendapatkan dua stel seragam, yaitu seragam nasional (merah putih untuk SD dan biru putih untuk SMP) serta baju kurung Melayu.
“Insyaallah seluruhnya selesai disalurkan paling lambat 30 September 2025. Harapannya program ini bisa meringankan beban orang tua murid sekaligus memastikan pemerataan akses pendidikan di Batam,” tambahnya.
Program seragam gratis ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya Delila, orang tua murid kelas 1 SMP di Batam.“Senang sekali, ini pertama kali anak saya dapat seragam gratis dari pemerintah kota. Kebetulan baru masuk SMP, jadi sangat terasa manfaatnya,” ucapnya.
Menurut Delila, bantuan ini membuat pengeluaran orang tua lebih ringan, terutama di awal tahun ajaran baru yang biasanya cukup banyak kebutuhan.
Sebelumnya, penyerahan seragam dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Batam, Hendri Arulan, sebelum disalurkan penuh ke sekolah-sekolah melalui kecamatan.
“Setelah simbolis, distribusi langsung kita lakukan ke tiap sekolah lewat kecamatan. Jadi siswa bisa segera memakainya di tahun ajaran baru ini,” kata Hendri.
Adapun rincian penerima seragam yakni 13.215 murid SD negeri, 13.119 murid SD swasta, 14.539 murid SMP negeri, dan 11.962 murid SMP swasta.
Hendri menegaskan, kebijakan seragam gratis tidak hanya bertujuan meringankan pengeluaran keluarga, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa percaya diri para siswa.
“Kami ingin anak-anak merasa mendapat perhatian dari pemerintah. Jadi mereka bisa belajar dengan lebih semangat, tanpa terbebani soal seragam,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemko Batam dalam memastikan seluruh anak bisa mengenyam pendidikan dengan fasilitas yang memadai, tanpa terkendala faktor ekonomi. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



