Rabu, 14 Januari 2026

Penyelidikan Kebakaran MT Federal II, 22 Saksi Diperiksa, 13 Tewas, Polisi Dalami Unsur Kelalaian

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Korban ledakan kapal tanker Federal II di PT ASL Shipyard saat dievakuasi.

batampos – Polisi terus mengusut insiden kebakaran maut kapal tanker MT Federal II yang terjadi di galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang. Hingga Minggu (19/10), 22 orang saksi telah diperiksa guna mengungkap penyebab kebakaran yang menewaskan 13 pekerja dan melukai puluhan lainnya.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, mengatakan pihaknya masih mendalami seluruh aspek kejadian. Ia memastikan penyelidikan dilakukan menyeluruh, termasuk dengan melibatkan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dari Pekanbaru.

“Saksi yang diperiksa terus bertambah, saat ini sudah 22 orang,” ujar Zaenal kepada wartawan.

Baca Juga: Korban Meninggal Ledakan MT Federal II Bertambah 2 Orang

Dari lokasi kejadian, tim forensik telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk diteliti lebih lanjut. Namun, Zaenal enggan merinci barang apa saja yang diamankan karena masuk dalam materi penyidikan.

Zaenal menilai insiden ini harus menjadi peringatan serius bagi seluruh perusahaan, khususnya yang bergerak di bidang galangan kapal di Kota Batam. Ia menekankan pentingnya penerapan prosedur keselamatan kerja (K3) secara disiplin dan konsisten.

“Sudah dua kejadian besar di PT ASL. Ini harus jadi pembelajaran. K3 bukan formalitas, harus diawasi dan dijalankan dengan ketat,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengumpulkan informasi dari para pekerja yang ada di lokasi saat kejadian.

“Semua yang terlibat dalam pekerjaan kapal akan kami periksa. Ini jadi atensi kami karena menyangkut nyawa manusia,” kata Debby.

Menurut Debby, penyelidikan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Ia memastikan setiap temuan akan didalami untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian atau pelanggaran SOP yang menyebabkan kebakaran. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Update