Kamis, 8 Januari 2026

Penyelidikan Ledakan MT Federal II, 26 Saksi Diperiksa, Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Tetapkan Tersangka

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Korban ledakan kapal tanker Federal II di PT ASL Shipyard saat dievakuasi.

batampos – Penyelidikan kasus ledakan kapal MT Federal II milik PT ASL Shipyard Tanjunguncang yang menewaskan 13 pekerja dan melukai puluhan lainnya terus berlanjut. Hingga Kamis (23/10), penyidik Satreskrim Polresta Barelang telah memeriksa 26 saksi dari berbagai unsur mulai dari pekerja galangan, teknisi, hingga jajaran manajemen perusahaan.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri sebelum menentukan langkah hukum berikutnya, termasuk kemungkinan penetapan tersangka.

“Untuk penetapan tersangka, kami masih menunggu hasil Labfor. Tim mereka masih bekerja di lapangan untuk menganalisis konstruksi dan sumber ledakan,” ujar Zaenal kepada wartawan.

Baca Juga: Akitivitas di PT ASL Kembali Normal, Pekerja Dukung Penghapusan Subkontraktor

Menurutnya, hasil dari Labfor menjadi kunci utama untuk memastikan penyebab pasti ledakan yang terjadi di dalam tangki kapal tersebut. Pemeriksaan mencakup analisis material, sisa bahan kimia, serta kemungkinan adanya percikan api dari aktivitas pengelasan.

“Kami ingin hasil yang akurat dan tidak tergesa-gesa, karena ini menyangkut nyawa belasan orang,” tegasnya.

Zaenal menjelaskan, 26 saksi yang telah diperiksa terdiri atas pekerja lapangan, mandor, teknisi, pengawas keselamatan kerja (K3), hingga pihak subkontraktor yang bekerja di area galangan. “Kami dalami satu per satu peran mereka saat kejadian, termasuk siapa yang bertanggung jawab terhadap prosedur keselamatan,” tambahnya.

Ledakan di kapal tanker MT Federal II terjadi pada Rabu (15/10) dini hari, ketika proses perbaikan dilakukan di dalam area tangki kapal. Ledakan besar diikuti kobaran api menyebabkan 13 pekerja tewas, sementara beberapa lainnya mengalami luka bakar serius.

Insiden ini menjadi salah satu tragedi terburuk di sektor galangan kapal Batam dalam beberapa tahun terakhir, dan memicu perhatian publik terhadap penerapan standar keselamatan kerja di industri perkapalan.

Zaenal menegaskan, penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan, melibatkan berbagai ahli forensik, teknisi kelautan, dan instansi terkait, termasuk Dinas Ketenagakerjaan.

“Semua pihak kami libatkan agar hasil penyelidikan ini bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen menuntaskan kasus ini hingga tuntas. “Kami tidak ingin kasus ini berhenti di tengah jalan. Begitu hasil Labfor keluar, kami akan segera gelar perkara untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab,” kata Zaenal.

Dengan bertambahnya saksi dan analisis lanjutan dari Tim Labfor, publik kini menantikan kepastian hukum dari tragedi yang mengguncang dunia industri galangan kapal di Batam tersebut. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update