
batampos – Perayaan Paskah umat Katolik di Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi (MBPA) Batam yang terletak di wilayah Sagulung berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh hikmah. Ribuan umat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian ibadah selama Pekan Suci yang dimulai sejak Minggu Palma (13/4) lalu.
Puncak perayaan jatuh pada Minggu Paskah (20/4), yang diwarnai dengan suasana khidmat dan penghayatan mendalam. Gereja tampak dipenuhi umat yang memadati tempat ibadah dalam dua sesi misa yang diselenggarakan secara teratur dan tertib.
Demi menjaga kekhusyukan umat dalam beribadah, panitia Paskah Paroki MBPA telah menyiapkan dua sesi misa pada setiap rangkaian ibadah sepanjang Pekan Suci. Hal ini dilakukan agar umat dapat mengikuti misa dengan lebih nyaman dan tenang, tanpa harus berdesakan.
Ketua Panitia Paskah Paroki MBPA, Ludwina, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh kegiatan ibadah. Ia menyatakan bahwa seluruh rangkaian berjalan tanpa kendala berarti, berkat kerja sama dan kedisiplinan umat dalam menjaga ketertiban.
“Puji Tuhan, semua kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. Umat juga sangat kooperatif dan menjaga suasana yang kondusif,” ujar Ludwina.
Dalam homili misa pertama Minggu Paskah Romo RD.Laurensius Dihe Sanga menyampaikan pesan Paskah 2025 dari Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, O.F.M. Pesan ini dibacakan melalui surat gembala yang menjadi bagian penting dalam refleksi iman umat.
Uskup Adrianus dalam pesannya menekankan pentingnya kebangkitan Kristus sebagai inti dari iman Kristiani. Mengutip 1 Korintus 15:17, ia mengingatkan bahwa tanpa kebangkitan Kristus, iman umat menjadi sia-sia. Tema Paskah 2025, “Dalam persekutuan dengan Kristus yang bangkit, jerih payahmu tidak sia-sia” (1 Kor 15:58), sejalan dengan semangat Tahun Yubileum yang mengajak umat menjadi peziarah pengharapan.
Ia juga mengakui bahwa kehidupan umat penuh tantangan, namun menegaskan bahwa harapan dalam Kristus yang bangkit bukanlah harapan kosong, melainkan pengharapan sejati yang berakar pada penderitaan dan kebangkitan Kristus sendiri. Dalam refleksi selama Pekan Suci, umat diajak merenungkan penderitaan Kristus yang meliputi ketakutan, pengkhianatan, dan ketidakadilan, namun tetap setia hingga akhir.
Pesan ini menjadi ajakan bagi seluruh umat untuk tidak menyerah dalam menghadapi kesulitan hidup. Dalam Kristus yang bangkit, setiap jerih payah dan usaha umat memiliki makna mendalam dan tidak akan sia-sia, sebagaimana ditekankan dalam tema Paskah tahun ini.
Seluruh rangkaian ibadah Paskah di Paroki MBPA juga berlangsung aman berkat pengamanan yang ketat dari pihak kepolisian, TNI, serta petugas keamanan internal gereja. Kolaborasi lintas pihak ini turut menciptakan suasana yang tenang dan kondusif sepanjang perayaan berlangsung. (*)
Reporter : Eusebius Sara



