
(f. Eusebius / Batam Pos)
batampos – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, memastikan perbaikan Jalan S. Parman di wilayah Seibeduk sudah mulai dikerjakan. Namun, perbaikan yang dilakukan saat ini masih sebatas perawatan berupa tambal sulam di titik-titik yang mengalami kerusakan parah atau berlubang.
Menurut Suhar, tindakan awal ini dilakukan berdasarkan hasil opname dan pengecekan yang telah dilakukan oleh timnya bersama jajaran pimpinan sebelumnya. “Kita lakukan perawatan dulu, jalan-jalan yang rusak kita tambal. Pengerjaan sudah berjalan,” ujarnya saat ditemui di kantornya.
Meski demikian, Suhar mengungkapkan bahwa perbaikan menyeluruh atau peningkatan jalan secara total belum dapat dipastikan waktunya. Hal ini karena masih harus disesuaikan dengan alokasi anggaran peningkatan akses jalan tahun ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk menangani keluhan masyarakat secara bertahap.
“Tahun ini kita sedang fokus pada peningkatan jalan di kawasan Batuaji. Jalan R. Suprapto dari Simpang Puteri Hijau akan dibuka menjadi lima lajur, dan pengerjaan sudah dimulai,” jelas Suhar. Ia menyebutkan bahwa proyek-proyek peningkatan jalan lainnya akan menyusul, tergantung ketersediaan anggaran.
Ia juga menambahkan, “Satu per satu kita kerjakan, dan untuk kerusakan yang ada di lokasi lain seperti di Seibeduk, kita tanggapi dengan perawatan dulu.” Hal ini, menurutnya, agar kondisi jalan tidak semakin parah dan tetap bisa dilalui oleh masyarakat dengan aman.
Sementara itu, warga Seibeduk, khususnya para pekerja yang kerap melintasi Jalan S. Parman, menyuarakan keluhan mereka atas kondisi jalan yang rusak. Banyak pengendara motor yang hampir celaka akibat lubang dan gelombang di permukaan jalan tersebut.
Irma, seorang pekerja yang tinggal di Seibeduk, mengaku sangat terganggu dengan kondisi jalan itu. “Kalau hanya ditambal saja, tak akan bertahan lama. Karena ini jalur padat. Kalau bisa, perbaikan menyeluruh dari Mukakuning sampai Tanjungpiayu,” harapnya.
Menurut Irma, perbaikan tambal sulam biasanya tidak tahan lama, apalagi pada jalan-jalan utama yang padat kendaraan. Ia dan warga lainnya berharap pemerintah kota bisa segera mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jalan di Seibeduk.
Dengan kondisi seperti ini, masyarakat berharap Pemko Batam bisa lebih cepat dalam melakukan perbaikan menyeluruh, agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan bisa terjamin. Pemerintah pun diminta untuk meninjau ulang skala prioritas pembangunan infrastruktur jalan agar lebih merata. (*)
Reporter: Eusebius Sara



