
batampos – Masyarakat Perumahan Ricci I dan Ricci II, Tanjung Riau, Batam, menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi dengan menggelar gotong royong (Goro) memperbaiki jembatan rusak yang menjadi akses utama keluar masuk warga di dua kawasan tersebut, Minggu 15/6). Kegiatan ini tidak hanya melibatkan warga, tetapi juga didukung oleh pihak Kecamatan, Kelurahan, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
Jembatan penghubung dua perumahan ini telah lama dalam kondisi memprihatinkan. Beberapa bagian jembatan berlubang, bahkan sebagian struktur nyaris amblas. Kondisi tersebut membahayakan warga, terutama saat malam hari atau musim hujan ketika permukaan jalan menjadi licin dan arus air cukup deras.
Melihat kondisi yang terus memburuk, warga bersama perangkat RT dan RW berinisiatif melakukan perbaikan secara mandiri. Lubang-lubang pada jembatan ditutup dengan coran semen, dilanjutkan dengan penimbunan dan pengerasan agar jembatan kembali kokoh dan aman dilalui.
Baca Juga: Amsakar Pasang Target Tinggi di STQH XI, Bonus Rp50 Juta Menanti
“Alhamdulillah hari ini bisa terwujud perbaikan jembatan ini. Ini adalah akses utama warga, jadi kami bergerak secara swadaya,” ujar Heri, salah seorang warga yang turut serta dalam kegiatan gotong royong tersebut.
Lurah Tanjung Riau, Syamsuddin, yang turut hadir di lokasi, menyampaikan apresiasi atas semangat dan inisiatif warga. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial yang patut dicontoh dan berharap pengembang perumahan juga bisa ambil bagian dalam upaya perbaikan fasilitas umum di wilayah tersebut.
“Itu murni swadaya masyarakat setempat. Kita harapkan ke depan pengembang juga turut aktif membantu kegiatan-kegiatan positif seperti ini, khususnya dalam perbaikan infrastruktur lingkungan,” kata Syamsuddin.
Selain memperbaiki jembatan, warga juga melakukan pembersihan saluran drainase dan sampah yang menumpuk di sekitar area jembatan. Kegiatan ini bertujuan agar aliran air menjadi lancar dan tidak lagi menggerus bagian bawah jembatan saat hujan deras.
Baca Juga: Polsek Batam Kota Gagalkan Pengiriman Ilegal PMI ke Kamboja
Seperti diketahui, jembatan yang menghubungkan Ricci I dan II telah mengalami kerusakan cukup parah. Struktur atasnya retak-retak dan sebagian semenisasi sudah terlepas. Bagian bawah jembatan juga mengalami keretakan akibat tekanan air dan endapan sampah serta tanah yang menumpuk.
Selama ini, warga hanya bisa mengandalkan sisi jembatan yang masih utuh untuk melintas. Namun kekokohan sisi tersebut juga semakin diragukan seiring waktu. Apalagi saat musim hujan, derasnya arus air semakin mempercepat proses kerusakan.
Warga berharap adanya perhatian lebih dari pihak terkait, khususnya pengembang dan instansi teknis di kota Batam, agar infrastruktur seperti jembatan ini bisa segera diperbaiki secara permanen demi keselamatan dan kenyamanan bersama. (*)
Reporter: Eusebius Sara



