
batampos.co.id – Sebanyak 27 Perguruan Tinggi (PT) di Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting.
Koordinator Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi & Latihan Pengebangan Perwakilan BKKBN Provinsi Kepuauan Riau, Desri Mulyono, mengatakan, dari jumlah tersebut 12 di antaranya merupakan PT di Kota Batam yang telah melaksanakan kegiatan pembinaan terkait stunting di 28 kelurahan.
“Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama,” ujarnya, pada seminar Peran Perguruan Tinggi dalam Percepatan Penurunan Stunting, Selasa (2/11/2021).
Sehingga lanjutnya, mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Stunting pada anak kata dia, dapat mempengaruhinya mulai dari kecil hingga dewasa.
“Penyebab tingginya angka stunting di Indonesia, dikarenakan sebagian kelahiran bayi di Indonesia sudah dalam kondisi kekurangan nutrisi hingga dibesarkan juga kurang zat gizi,” paparnnya.
Saat ini kata dia, total angka kelahiran per tahun sebanyak 5 juta dan sekitar 1,2 juta bayi di antaranya dalam kondisi kurang gizi kronis atau stunting.
Ia mengatakan, berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2019, menyebutkan angka stunting berada pada 27,67 persen.
“Sementara di Provinsi Kepualaun Riau diangka yang cukup baik yaitu 16 Persen, urutan kedua terbawah setelah Provinsi Bali,” tuturnya.
Presiden Joko Widodo lanjutnya, menargetkan pada tahun 2024 sesuai dengan Perpres 72 tahun 2021 tentang penurunan angka stunting, angka Stunting di Indonesia harus dibawah 14 persen.
“Sedangkan di Provinsi Kepulauan Riau bapak Gubernur (Ansar Ahmad,red) sudah berkomitmen untuk menolkan angka stunting di tahun 2024. Ini merupakan kerja yang sangat berat jika kita tidak saling bersinergi untuk menurunkannya,” katanya.
Ia menjelaskan, seminar Peran Perguruan Tinggi dalam Percepatan Penurunan Stunting ini merupakan tindaklanjut amanah Perpres 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dalam Rencana Aksi ke-5.
Di mana perguruan tinggi mempunyai peran strategis dalam percepatan penurunan stunting dengan melakukan pendampingan pemerintah daerah kabupaten kota.
“Bentuk pendampingan tentu tidak jauh dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi,” jelasnya.
Kata da, seminar tersebut dapat terwujud berkat kerjasama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau dan Universitas Batam.
“Melalui kegiatan yang amat penting ini diharapkan kita bersama-sama, bergandengan tangan, untuk mencari solusi inovatif dalam pemecahan permasalahan stunting di Indonesia, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau,” harapnya.
Pada kegitan kali tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama dukungan seluruh perguruan tinggi di Kepulauan Riau terhadap Percepatan penurunan stunting.
Serta akan ditandatangani Perjanjian Kerjasama Penurunan Stunting dari masing masing perguruan tinggi dengan Perwakilan BKKBN Kepri baik secara offline maupun online.
Pada seminar tersebut menghadirkan narasumber Kepala BKKBN RI, Bapak DR (HC) dr. Hasto Wardoyo, S.PoG(K) dan Prof. DR. Ir. Chablullah Wibisono, MM.(esa)



